Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nisan Makam Ki Ageng Menak Sopal yang Hilang

Choirurrozaq • Jumat, 7 Mei 2021 | 18:59 WIB
nisan-makam-ki-ageng-menak-sopal-yang-hilang
nisan-makam-ki-ageng-menak-sopal-yang-hilang


KOTA, Radar Trenggalek - Dua tahun berlalu sejak batu nisan Ki Ageng Menak Sopal hilang. Makam dari sosok pahlawan pertanian Trenggalek itu menjadi berkurang karena bagian yang hilang termasuk unsur yang mengandung nilai kesejarahan yang tinggi. Tak ayal, ini menuntut semua pihak yang berhubungan erat dengan hal itu untuk lebih bekerja keras menemukan.


Juru kunci makam Ki Ageng Menak Sopal, Mohammad Na'im Hartanto mengatakan, imbas hilangnya dua batu nisan bagian bawah milik Ki Ageng Bumi Menak Sopal dan ibunya berimbas pada nilai sejarah. Sebab, nisan itu adalah bukti otentik dari kesejarahan sosok yang bersejarah di Trenggalek. "Nilai sejarahnya menjadi kurang lengkap," kata Naim.


Juru kunci itu melanjutkan, peristiwa tersebut sudah diketahui dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) dan dilaporkan ke pihak yang berwajib. Namun, selama dua tahun berjalan, belum ada tanda-tanda kalau dua batu nisan, karpet, atap makam, dan buku tamu itu ditemukan. "Pernah mengajukan ke Trowulan untuk dibuatkan replika nisan itu, tapi tak disetujui," ungkapnya. Dia pun berharap agar benda-benda yang bernilai sejarah di makam Ki Ageng Menak Sopal segera ditemukan.


Sementara itu, Kasi Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Agus Prasmono mengatakan, pihaknya sudah melaporkan batu nisan Bumi Menak Sopal yang hilang itu ke BPCB Trowulan. Bahkan, sampai mendatangkan tim penyidik dari Trowulan dan melaporkannya ke penegak hukum. Namun, belum ada progres dua batu nisan Bumi Menak Sopal yang hilang itu ditemukan. "Ya, sudah kami usahakan. Sudah lapor pihak kepolisian, tapi kalau memang tidak ketemu, lalu bagaimana lagi," ujarnya.


Diakuinya, dua batu nisan Bumi Menak Sopal yang hilang bernilai sejarah yang tinggi. Batu nisan Bumi Menak Sopal adalah unsur primer dalam sejarah. Unsur primer itu pun, kata Agus, tidak dapat tergantikan meskipun dengan membuatkan replikanya. Hal itu disebabkan dalam kacamata arkeologi, kurang tepat. "Maka sementara biar begitu," imbuhnya.


Dia berharap agar bagian primer dalam sejarah yang hilang tersebut segera ditemukan. Kalaupun nanti ada pelanggaran UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dapat diproses secara hukum. "Sebagai unsur primer dari kesejarahan itu sangat penting," tutupnya. (*)

Editor : Choirurrozaq