KOTA, Radar Trenggalek - Dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) jangan terlena dengan pencapaian tahun ini. Yakni minimnya masyarakat yang terserang demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, cuaca tak menentu beberapa hari belakangan berpotensi mengakibatkan genangan yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Terlihat hingga bulan ini (Juni, Red). Berdasarkan laporan, hanya ada 36 kasus dan tidak ada yang sampai meninggal. Sedangkan untuk tahun sebelumnya mencapai sekitar 350 kasus. Bahkan pada awal tahun, di Trenggalek sempat ada dua orang meninggal akibat DBD. Juga pada Maret tahun lalu, sempat menduduki peringkat kedua di Jawa Timur (Jatim) dengan penambahan kasus DBD terbanyak. "Dari situ, angka capaian kasus DBD tersebut (36 kasus, Red) merupakan capaian terendah yang saya tangani selama enam bulan pertama," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Rufianto.
Dia melanjutkan, itu terjadi mengingat mulai 2017 lalu, dinkesdalduk KB bersama masyarakat di seluruh wilayah telah melakukan upaya pencegahan. Terlihat dari pencegahan dengan kampanye gerakan satu rumah, satu kader jumantik. Kader jumantik tersebut yang menjadi pelapor jika ada peningkatan kasus dan larva DBD di wilayahnya. Dari situ, akan dilakukan berbagai tindakan untuk menekan kasus. "Minimnya kasus merupakan jerih payah bersama dalam melakukan pencegahan DBD di wilayah masing-masing," katanya. (*)
Editor : Choirurrozaq