KOTA, Radar Trenggalek - Sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan menyejahterakan para petani di Trenggalek, BNI memberikan pembiayaan di sektor pertanian melalui kredit usaha rakyat (KUR) Mikro, yang salah satunya menyasar ratusan petani porang. Secara simbolis kemarin dilaksanakan penyaluran KUR Mikro pada 228 petani porang, dengan nilai total Rp 5,7 miliar.
Berlangsung di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima secara simbolis penyaluran KUR Mikro yang diserahkan oleh Pemimpin BNI Kantor Wilayah 18, Beby Lolita Indriani. Selanjutnya, pembiayaan tersebut terbagi untuk 104 orang petani porang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule senilai Rp 2,6 miliar dan 124 orang petani porang di Desa Puyung, Kecamatan Pule senilai Rp 3,1 miliar.
“Tujuan utamanya meningkatkan taraf hidup para petani dan menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka pintu kepada pelaku usaha yang akan bertindak sebagai off taker dari hasil budi daya porang di Kabupaten Trenggalek ini. Dengan harapan utama, bisa memperpendek jarak distribusi sehingga nilai jual porang bisa tetap tinggi,” ucap Beby Lolita.
Selanjutnya, anggaran yang disiapkan pemerintah begitu besar. Sehingga menjadi potensi pembiayaan bagi warga Trenggalek, salah satunya bagi para petani porang.
Beby menyebut, untuk wilayah Jawa Timur (Jatim), khususnya BNI wilayah 18, ditargetkan bisa tersalurkan KUR Mikro sampai Rp 4,3 triliun di tahun 2021. Sampai bulan kemarin sudah tersalurkan Rp 1,8 triliun.
Sebagai fasilitas pinjaman, para petani penerima KUR Mikro wajib mengembalikan sesuai ketentuan yang berlaku dengan perjanjian yang disepakati melalui wadah kelompok tani dan BUMDes. Upaya ini juga untuk menjadikan para petani kreditable. “Ini bantuan pembiayaan yang harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Dan kami berharap ini bisa diakses oleh lebih banyak petani,” harapnya.
Hal yang sama disampaikan Bupati Arifin. Dia berharap kucuran KUR Mikro dari BNI kepada petani porang tersebut bisa mengungkit perekonomian Trenggalek. "Pak Presiden melalui Kementerian BUMN memiliki program PEN. Salah satunya menyalurkan KUR Mikro dan sasarannya adalah sektor-sektor ekonomi yang bertahan di masa pandemi ini," ungkap Bupati Arifin usai menyerahkan KUR ini.
Apalagi, kebetulan di Trenggalek bertani porang belakangan sedang ngetren. “Ada 228 petani di tahap pertama ini. Dengan total Rp 5,7 miliar. Semoga ini bisa terus bertambah. Harapan saya tentunya ini bisa mengungkit perekonomian di Trenggalek," harap politikus muda Trenggalek itu.
Sementara hadir juga dalam penyaluran simbolis KUR Mikro BNI kemarin Pemimpin BNI Kantor Cabang Tulungagung Eko Indyartono dan Pemimpin BNI Kantor Cabang Pembantu Trenggalek Jackie R.D. Dethan. (*)
Editor : Choirurrozaq