Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kapasitas BOR Sentuh 50,6 Persen

Choirurrozaq • Rabu, 30 Juni 2021 | 20:23 WIB
kapasitas-bor-sentuh-506-persen
kapasitas-bor-sentuh-506-persen

KOTA, Radar Trenggalek - Bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Trenggalek mencapai 50,6 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, total pasien Covid-19 yang dirawat di semua fasilitas kesehatan yang ada di Trenggalek mencapai 77 orang.


Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek dr Saeroni mengatakan, ada tiga fasilitas kesehatan (faskes) yang dimanfaatkan untuk perawatan pasien Covid-19. Yaitu RSUD dr Soedomo, bekas RS Mardi Mulia, dan 4 puskesmas yang menjadi RS Darurat Covid-19. Dalam rinciannya, 39 orang dirawat di RSUD dr Soedomo, 15 orang di eks-RS Mardi Mulia, dan 23 di RSDC. Menurutnya, kapasitas tempat tidur beberapa faskes belum overload. Masih mumpuni untuk menangani dan melayani pasien Covid-19 baru. “BOR-nya sementara ini 50,6 persen. Sehingga belum sampai mengantre banyak. Secara kapasitas, kami masih bisa melayaninya (pasien Covid-19, Red),” kata Saeroni pada Senin (28/6).


Mantan direktur RSUD dr Soedomo ini mengaku, peningkatan kasus Covid-19 baru di Kabupaten Trenggalek per Mei-Juni menyebabkan kapasitas BOR meningkat. Indikasinya, pada pertengahan Mei, jumlah kasus pasien aktif sekitar 50 orang atau 31 persen. Persentase itu meningkat saat memasuki Juni. Jumlah pasien aktif menembus 100 pasien. "Jumlah kasus aktif Covid-19 mencapai 151 orang per Minggu (28/6). Itu jumlah kasus terbanyak dalam sebulan terakhir," ujarnya.


Pihaknya mengimbau warga Kabupaten Trenggalek tetap waspada terhadap Covid-19. Peningkatan di banyak daerah, kata dia, harus menjadi pelajaran agar kasus Covid-19 di Trenggalek bisa lebih terkendali.


Selain itu, pihaknya juga mendorong percepatan vaksinasi. Dalam sepekan terakhir, vaksinasi masal di Trenggalek untuk masyarakat umum sudah berjalan tiga kali dengan total sasaran sekitar 5 ribu orang. (*)

Editor : Choirurrozaq