Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pesimistis Kejar Target Retribusi Pasar Pon Sebesar Rp 150 Juta

Choirurrozaq • Senin, 30 Agustus 2021 | 18:53 WIB



KOTA, Radar Trenggalek – Dinas koperasi, usaha mikro, dan perdagangan (diskomidag) bakal mengibarkan bendera putih. Khususnya untuk mengejar target retribusi parkir di area Pasar Pon. Mereka pun mengakui, mengejar angka Rp 150 juta saat penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini bukan perkara gampang.


Kabid Perdagangan Misran saat dikonfirmasi Koran ini tak menampik jika PPKM memang ikut memukul target retribusi yang dibebankan ke pihaknya. Saat ini banyak orang yang menghindari datang ke fasilitas umum, tak terkecuali pasar. Kecuali untuk memenuhi kebutuhan dapur. “Mau bagaimana lagi, saat PPKM seperti ini memang ada pembatasan aktivitas dari masyarakat. Secara tak langsung berpengaruh ke pasar,” jelasnya.


Menurut dia, tahun ini pihaknya memang dibebani untuk mengejar target retribusi Pasar Pon sebesar Rp 150 juta. Namun melihat dinamika yang terjadi di lapangan, pihaknya pesimistis bisa mengejar target. Apalagi pengunjung pasar terbesar di Trenggalek ini juga berkurang drastis karena PPKM. “Jika biasanya malam hari ada yang berkunjung, kali ini tidak ada. Apalagi saat habis Isya lampu-lampu juga dipadamkan. Alhasil tidak ada tambahan pada retribusi malam,” tambahnya.


Mengenai seberapa besar retribusi yang sudah didapat, pria berkumis ini mengaku belum bisa menyebutkan karena baru akan direkap. Kendati demikian, dia mengaku akan mengevaluasi hal ini. Apakah ke depannya akan terus mengejar target awal atau ada penyesuaian. “Kita lihat saja nanti. Yang pasti bakal ada evaluasi,” ujarnya.


Sementara itu, saat Koran ini menelusuri beberapa sudut pasar yang berada di pusat kota ini, beberapa kali terdengar celetukan yang isinya sambat pasar sepi. Hal ini pun cukup beralasan karena saat melongok ke luar, kondisi lahan parkir juga kosong. Tidak ada yang menempati. (*)



Editor : Choirurrozaq
#trenggalek