KOTA, Radar Trenggalek - Kali kedua Hari Jadi Ke-827 Kabupaten Trenggalek berada di tengah situasi pandemi Covid-19. Euforia HUT selama dua tahun ini pun tak lagi digelar secara semarak. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menekankan bahwa makna Hari Jadi tahun ini untuk memandang sesama.
Pandemi Covid-19 merebak sekitar Maret 2020. Dimulai saat itu, roda Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tak dapat sepenuhnya berjalan sesuai hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun sebelumnya. Pasalnya, anggaran untuk program prioritas pembangunan itu terpaksa ter-refocusing guna memenuhi anggaran untuk penanganan Covid-19. "Hari Jadi kali ini, kita waktunya berbagi," ungkapnya.
Selama Maret 2020 sampai Agustus 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek mencapai 7.567 orang. 6.158 orang telah dinyatakan sembuh dan 958 orang meninggal dunia. Kini masih sekitar 451 pasien aktif yang menjalani karantina. Melihat data itu, persentase kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 81 persen, sedangkan pasien meninggal mencapai 13 persen. Persentase kematian itu lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Gus Ipin mengaku, di antara pasien-pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 itu adalah para orang tua (ortu) yang notabene masih memiliki anak. Tanpa orang tua, tentu menuju masa depan anak akan lebih sulit. Untuk itu, makna Hari Jadi Ke-827 ini dia menginisiasi gerakan sosial hak asuh anak. "Kita akan ada gerakan hak asuh anak untuk yatim maupun yatim piatu yang ditinggal ortu karena Covid-19. Hari Jadi ini sebagai momentumnya," ungkapnya.
Sebelumnya dinas sosial pemberdayaan perempuan dan anak (dinsos PPPA) mencatat ada sebanyak 167 anak yang kehilangan orang tua karena terkena Covid-19. Dinsos berencana agar mereka bisa mendapatkan hak asuh. (tra/ed/rka)
Fasilitasi UKM, Ayomi Pendidikan Anak
Di sisi lain, Novita Hardini menyebut jika kini program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Trenggalek sudah memberikan impact positif dalam kehidupan masyarakat. Tumbuh kesadaran diri pada semua lapisan akan pentingnya peran perempuan. “Alhamdulillah peran perempuan semakin diakui dari waktu ke waktu,” kata istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini.
Wanita yang menjabat sebagai ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek ini mengakui ada banyak program yang digulirkan untuk pengembangan UMKM. Seperti Jadi Pengusaha Mandiri (Japri) dan Female Preuner Indonesia. Sasarannya membangun potensi kewirausahaan pada perempuan. Bahkan, mayoritas perempuan tertarik di sektor kuliner. “Hal ini pun selaras dengan program Japri nondisabilitas sudah mencapai target 1.790 sasaran. 100 sasaran telah mendapatkan seed funding,” tambahnya.
Sebaran perempuan wirausaha ternyata cukup beragam. Meskipun di 14 kecamatan ada, yang paling banyak terdapat di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Trenggalek 167 orang, Panggul 285 orang, dan Pule 199 orang. “Kami ingin mereka terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.
Secara umum, lanjut ibu tiga putra ini, pengembangan UMKM selalu diikuti dengan pelatihan kewirausahaan. Tidak ketinggalan, peningkatan mutu produk UMKM melalui pelatihan dan magang. “Semua bergantung pada potensi di setiap kecamatan. Kami mendorong pelaku UMKM untuk mengajukan pelatihan melalui musrenbang kabupaten setiap tahun dan program jemput bola dari pemerintah. Setelah itu, dilakukan pembinaan untuk perluasan pemasaran baik melalui pemasaran offline dan online,” jelasnya.
Untuk pemasaran pun tak terpaku pada sektor offline. Seperti Galeri Gemilang, minimarket, pusat perbelanjaan, Plaza Sarinah Jakarta, maupun Terminal 3 Bandara Soekarn-Hatta. Namun, juga menyasar penjualan online dengan memanfaatkan e-commerce maupun kerja sama dengan BUMN. “Makanya setiap tahun kami mengusulkan bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro ke Kemenkop UKM RI,” tutur wanita cantik ini.
Untuk pendidikan anak, wanita yang mengemban amanah sebagai Bunda PAUD ini mengaku selalu memberikan stimulasi positif terkait pola asuh setiap wali murid. Bahkan, tidak lama lagi akan diluncurkan kembali program kepedulian kepada anak di Kabupaten Trenggalek yang bernama Go Track. “Ini salah satu bentuk tanggung jawab atas tercapainya predikat nindya. Go Track adalah aplikasi layanan publik untuk memberikan perlindungan sosial bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus untuk anak yatim piatu korban pandemi Covid-19,” paparnya.
Dalam kesempatan ini, Novita berpesan agar perempuan semakin aware untuk dapat menjaga diri dari segala bentuk peluang terjadinya kekerasan yang akan menimpanya. Fokus pada tujuan hidup dan jangan bergantung pada siapa pun selain pada diri sendiri. “Kami berharap setiap tumbuh kembang anak, tetap bisa dijaga kualitasnya. Buat anak memahami bahwa dunia anak harus dinikmati dan akan menjadi ingatan yang positif sebagai modal kehidupan dewasa mereka kelak,” tandasnya. (*
Editor : Choirurrozaq