Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Normalisasi Sungai Terus Berlanjut Guna Cegah Faktor Alam

Anggi Septian Andika Putra • Kamis, 9 Februari 2023 | 17:41 WIB

Trenggalek - Keinginan warga di Dusun Temon, Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, untuk mendapatkan jalan yang mulus tampaknya akan berlangsung lama. Pasalnya, sejauh ini hujan masih terus turun sehingga dipastikan jalan akan tetap berlumpur. Hal ini seperti yang dikatakan oleh pengawas lapangan BBWS Brantas, Sri Wahyudi.

Dia menambahkan, kerusakan jalan yang dikeluhkan warga tersebut murni karena faktor cuaca. Itu terjadi lantaran saat ini hujan masih terus turun. Di sisi lain, proses pengerjaan normalisasi sungai harus segera diselesaikan. Dengan begitu, ketika proses normalisasi masih turun hujan, jalan terkesan becek. Apalagi, warga juga berkehendak jika material hasil normalisasi untuk menguruk jalan. "Jadi, kondisi itu ditengarai karena faktor alam saja, di luar kehendak apalagi perencanaan, dan kami telah menjalin kesepakatan dengan warga," katanya.

Dia melanjutkan, selain melakukan normalisasi, juga dilakukan pemeliharaan jalan. Sebab, jika tidak dilakukan pemeliharaan, kondisi jalan akan semakin rusak dan sulit untuk dilewati. Apalagi, jalan tersebut merupakan jalur akses utama warga setempat dalam proses perekonomian. "Kesepakatan itu terjadi karena jika tidak dilakukan pemeliharaan jalan, kami juga tidak bisa melakukan aktivitas normalisasi sungai," ungkapnya.

Pemeliharaan yang dimaksud hanya sebatas perbaikan jalan agar enak dilalui warga. Sebab, dalam hal ini BBWS tidak memiliki wewenang, apalagi anggaran untuk proses pembangunan jalan. Karena itu, perbaikan jalan dimungkinkan hanya dilakukan dengan beberapa timbunan di bahu jalan agar lebih enak dilalui, bukan sampai proses pengaspalan.

Selain itu, proses penimbunan jalan yang dilakukan juga untuk membuat bahu jalan lebih tinggi dari semula. Sebab, sebelumnya bahu jalan yang ada lebih rendah dari sungai sehingga jika turun hujan kerap terjadi banjir. "Jadi, jika warga ingin jalan kembali diaspal, silakan usul ke Pemkab Trenggalek yang memiliki wewenang untuk itu," jelas Wahyudi.(jaz/c1/rka) Editor : Anggi Septian Andika Putra
#normalisasi sungai #trenggalek #desa ngares #hujan deras