Trenggalek - Selain menyuguhkan wisata lanskap, ternyata Pantai Mutiara juga menyimpan pesona wisata dunia bawah laut. Itu karena pantai tersebut juga menjadi tempat konservasi terumbu karang.
Relawan konservasi terumbu karang Kacuk Wibisono mengaku, konservasi terumbu karang di Pantai Mutiara dimulai sejak 2016. Eksistensi terumbu karang saat itu tersisa sedikit. Spesimen ikan pun banyak yang hilang.
"Sekitar tahun 1991-1993 ketika saya masih SD, terumbu karang di Pantai Mutiara ini masih banyak. Tapi karena ada gelombang tinggi dan pemanasan global, jumlah terumbu karang semakin habis," ungkapnya.
Dengan kondisi itu, Kacuk dan rekan-rekannya pun berinisiatif membuat terumbu karang buatan. Inisiatif itu mendapat banyak dukungan dari berbagai stakeholder. Terumbu karang di pantai itu pun bertambah banyak dan spesies ikan menjadi bervariasi."Terumbu karang itu banyak plankton, kini ikan ekor kuning itu banyak, dan kakap itu ada tapi agak ke tengah," ujarnya.
Kacuk menilai, upaya pelestarian terumbu karang akan terus dilakukan turun-temurun. Pihaknya berharap ketika biota laut melimpah, maka para nelayan di pesisir Watulimo tak perlu pergi ke tengah laut untuk mencari ikan. (tra/c1/rka) Editor : Intan Puspitasari