Trenggalek - Masyarakat Bumi Menak Sopal harus tetap sigap akan kemungkinan terjadinya bencana di wilayahnya. Pasalnya, dalam sepekan ini, cuaca ekstrem dimungkinkan akan terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek secara merata.
Hal tersebut berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo. Dimungkinkan, hal tersebut akan terjadi hingga Jumat (24/2) mendatang. Itu lantaran masih masifnya gelombang La Nina lemah, gelombang Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) di Jawa Timur yang berpotensi meningkatkan curah hujan termasuk di Trenggalek.
Selain itu, juga dengan adanya siklon tropis Freddy yang mengakibatkan potensi terbentuknya awan-awan konvektif. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan cuaca ekstrem disertai angin kencang. Bahkan untuk wilayah perairan Jawa Timur bisa mengakibatkan gelombang tinggi hingga 3,3 meter.
"Itu merupakan prakiraan cuaca dan belum pasti terjadi. Namun, dengan itu setidaknya ada persiapan yang dilakukan untuk mengantisipasi jika benar terjadi," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St. Triadi Atmono.
Dia melanjutkan, untuk itu ketika mendapatkan prakiraan cuaca terbaru dari BMKG, BPBD langsung meneruskan informasi tersebut ke masyarakat. Biasanya informasi tersebut dilakukan tiap 3 jam sekali. Informasi yang diberikan pun lebih spesifik di 14 kecamatan.
Selain informasi tersebut, BPBD juga terus menyiagakan 105 orang Tim Reaksi Cepat (TRC) di tiap kecamatan. Nantinya, mereka akan langsung melaporkan, dan ke lokasi untuk melakukan tindakan gawat darurat jika terjadi bencana. Dengan begitu, dampak bencana bisa cepat diketahui dan diantisipasi dengan cepat pula.
Selain itu, saat ini BPBD sudah melatih sejumlah perangkat desa terkait kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana sehingga telah terbentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Ditambahkan, untuk mengantisipasi bencana banjir, BPBD juga telah melakukan pembersihan sampah di beberapa aliran sungai yang berpotensi tersumbat jika terjadi hujan.
Selain itu, diharapkan untuk masyarakat di wilayah bibir pantai asgar meningkatkan kewaspadaannya dalam melakukan aktivitas laut. "Kami juga telah melakukan perbaikan pada early warning system (EWS), semoga dengan ini masyarakat jadi lebih sigap jika sewaktu-waktu terjadi bencana," jelas Triadi. (jaz/c1/rka) Editor : Intan Puspitasari