Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Pranoto menjelaskan, dari hasil rapat kerja (raker) dengan SDM DPUPR, termasuk dengan para kepala bidang (kabid), disimpulkan bahwa kinerja mereka belum maksimal dalam menyerap APBD Tahun Anggaran (TA) 2023. "Kurang kencangnya dari teman-teman PUPR, terkait realisasi APBD 2023," ujarnya.
Menurut dia, ketika laju kinerja itu kurang maksimal, tentu dampaknya kepada masyarakat. Bagaimana program-program infrastruktur-infrastruktur yang bersumber dari APBD jadi tidak segera bisa dinikmati masyarakat. "Sehingga rakyat menanti, bagaimana itu menjadi lambat untuk dinikmati masyarakat kita," tegasnya.
Secara teknis, ungkap Pranoto, launching APBD masih 11 paket yang dilimpahkan ke penyedia dari total 32 paket tender. Namun surat perintah kerja (SPK) belum diterbitkan. Sementara itu untuk paket-paket penunjukan langsung (PL) ternyata masih proses pemilihan penyedia-penyedia.
Melalui progres itu, Komisi III menilai bahwa kinerja DPUPR perlu lebih dimaksimalkan mengingat Bupati Trenggalek berencana menotakan PAPBD sekitar 25 Mei 2023 nanti. "Tadi alasannya, kemarin ada impres yang perlu dikawal dan alhamdulilah ini sudah clear. Tentunya satu bulan kemarin belum bisa fokus, tapi kini akan mengejar kekurangan-kekurangan itu," ujarnya.
Komisi III memperhitungkan pada 17 Mei 2023 seluruh paket-paket APBD sudah harus berada di penyedia. Apabila target itu sampai molor, maka akan berimbas pada pembahasan PAPBD 2023. "Target tanggal 17 bolanya sudah di penyedia. Kalau itu sampai molor, maka akan menghambat PAPBD 2023," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, dari puluhan paket tender pada Tahun Anggaran (TA) 2023, ternyata masih belasan paket yang dilimpahkan ke penyedia. Capaian itu disayangkan Komisi DPRD Trenggalek karena capaian itu kurang optimal.
Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Pranoto mengatakan, total paket tender yang masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) sejumlah 32 paket pekerjaan. Puluhan paket itu berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). "Yang sudah dilimpahkan ke penyedia ada 11 paket pekerjaan," ungkapnya, pada Rabu (3/ 5) siang. (tra/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana