Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Trenggalek Upayakan Tanaman Mangrove Wajib Dilestarikan

Aburizal Sulthon Hakim • Senin, 29 Mei 2023 | 19:05 WIB
Photo
Photo
Trenggalek - Masyarakat di pesisir Bumi Menak Sopal memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk melestarikan tanaman mangrove. Pasalnya, Kabupaten Trenggalek digadang menjadi salah satu wilayah penghasil oksigen di Jawa Timur (Jatim). Dengan begitu, ke depan wajib turut berkontribusi dalam upaya merealisasikan rencana Net Zero Emission (NZE) 2060. Dari situ, masyarakat perlu terus melestarikan tanaman mangrove. Apalagi, selain berkontribusi terhadap ekologi juga membuka peluang ekonomi.

“Tanaman mangrove perlu dilestarikan, sebab kami (Pemprov Jatim, Red) saat ini tengah memaksimalkan hilirisasi dari tanaman mangrove. Karena ekosistem mangrove berdampak positif terhadap ekologi hingga ekonomi,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dia melanjutkan, dari sisi ekologi, tanaman mangrove berfungsi sebagai pengendap lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Adapun erosi yaitu pengikisan permukaan tanah oleh aliran air dan abrasi adalah pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut.

“Mangrove dapat menyerap karbon lima kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan tanaman-tanaman lain,” ungkapnya.

Selain fungsi ekologi, lanjut Khofifah, mangrove juga berpeluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melalui produk-produk olahan dari tanaman mangrove. Beberapa olahan mangrove meliputi kopi, teh, sirup, bahan pewarna batik, dan sebagainya. “Hilirisasinya ini ternyata sisi ekonominya luar biasa. Produk-produk hilirisasi dari ekosistem mangrove sudah terbangun,” ucapnya. Pihaknya pun menuturkan, tanaman mangrove perlu lebih dimaksimalkan dan kini tengah menjadi konsen dari Pemprov Jatim. Dari situ, pemprov memutuskan akan memaksimalkan hilirisasi dari apa yang bisa dibangun ketika ekosistem mangrove tersebut sudah bisa terbentuk. “Tentu ini akan menjadi eduwisata ekologi terbaru. Dan kami berharap tanaman ini menjadi bagian dari kontribusi untuk oksigen Indonesia dan oksigen dunia,” ucapnya. (tra/c1/jaz) Editor : Aburizal Sulthon Hakim
#trenggalek #Mangrove #pesisir selatan #jawa timur