Petani dan pedagang juga nampak lalu-lalang mengangkut durian menggunakan sepeda motor lengkap dengan tas obrok di jalan arteri maupun jalan-jalan perkampungan. Salah satu desa penghasil durian di Kecamatan Watulimo adalah Desa Sawahan. Walaupun harus masuk ke jalan perkampungan, berburu raja buah ke Desa Sawahan, tepatnya Dusun Durensari tidak akan rugi. Pohon durian siap panen tumbuh di pekarangan rumah-rumah warga. Bahkan beberapa buah durian nampak sudah menggantung, hanya tertahan tali rafia yang sengaja diikatkan oleh sang pemilik agar buah tersebut tidak jatuh dan pecah.
Kepala Desa Sawahan, Yani Prasongko mengatakan, tahun ini hasil panen durian di Kecamatan Watulimo masuk dalam kategori bagus baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Kendati panen durian memang musiman, namun tidak setiap tahun musim panen bisa datang. Sebab dalam hal ini sangat tergantung cuaca. "Kalau panasnya cukup durian akan melimpah, kalau kebanyakan hujan tetap bisa panen namun tidak akan bagus," katanya.
Menurut dia, tahun 2023 ini musim panas di Trenggalek terjadi cukup panjang, sehingga hasil panen durian bagus. Termasuk durian-durian lokal khas Kabupaten Trenggalek mulai dari Durian Ripto, Durian Kunir, Durian Ginem, hingga Durian Gewol. Untuk masa panen durian sendiri diprediksi berlangsung selama 4 bulan mulai dari April hingga Juli. "Puncaknya panen mungkin bulan 6 akhir, karena durian ini panennya tidak bareng. Sekarang masih ada yang bunga, ada yang buah muda, yang sudah tua jatuh juga sudah banyak," ucapnya.
Dia sehari-hari juga menjual duriannya hingga ke Ponorogo, lalu kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta. Walaupun saat ini daerah lain juga sedang sedang panen durian, Yani mengaku dalam pemasaran durian Trenggalek tidak menemui kesulitan berarti karena memang permintaannya yang tinggi. "Harganya variatif, kalau grosir bisa Rp 10 ribu sampai Rp 35 ribu per buah. Tapi kalau Durian Ripto berbeda," ucapnya.
Durian Ripto memang menjadi primadona masyarakat, apalagi setelah mendapatkan pengakuan dari Presiden Jokowi akan rasanya yang legit. "Lokal paling mahal saat ini Ripto, per kilo Rp 55 ribu. Untuk stoknya ada tapi saat ini sangat terbatas, jadi harus pesan terlebih dahulu," pungkasnya. (tra/jaz/rka) Editor : Aburizal Sulthon Hakim