- Fotografi levitasi berbeda dengan jump shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
- Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket camera).
- Untuk kamera saku (pocket camera) bisa memanfaatkan sport mode untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Sementara, untuk kamera ponsel karena tidak ada setting untuk shutter speed, sebaiknya untuk melakukan foto levitasi outdoor dan memanfaatkan cahaya matahari langsung agar mendapatkan high shutter speed.
- Foto levitasi untuk pemula dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
- Bagi model yang ingin mengambil pose menuju ke suatu arah, biasanya menekuk kedua kakinya ke belakang (sekitar 45 derajat) sesaat setelah melompat. Hal ini biasanya dilakukan untuk membuat kesan si model sedang berjalan. Bagi model yang sedang berlevitasi di tempat, biasanya berpose dengan dengan kaki lurus ke bawah.
- Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
- Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yang melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed Shutter speed di atas 1/500 lebih baik.
- Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
- Hair spray/gel dapat digunakan agar saat melompat, rambut model tidak terlihat berantakan. Bisa juga rambut diikat, memakai bando, atau topi.
- Gunakan juga peniti, pin, sabuk, double tape atau alat penjepit baju supaya tidak tidak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat.
- Gunakan aksesoris yang mendukung yang ada di sekitar anda seperti sapu, vacum cleaner, maupun payung.
- Cari lokasi foto yang unik.
- Untuk si model tolong disediakan juga balsem dan sejenisnya yang bisa meredakan pegal-pegal sehabis loncat-loncat atau kalau perlu tukang pijat.
Silakan mencoba dan semoga hasilnya ciamik.(*/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana