Alasan, Dua CJH Asal Trenggalek Gagal Berangkat

Zaki Jazai • Dipublikasikan Sabtu, 24 Juni 2023 | 05:41 WIB
ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK SAMPAI BERJUMPA LAGI : Keluarga ketika menghantarkan CJH asal Trenggalek di kloter terakhir berangkat ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK SAMPAI BERJUMPA LAGI : Keluarga ketika menghantarkan CJH asal Trenggalek di kloter terakhir berangkat ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

TRENGGALEK- Dua calon jemaah haji (CJH) harus bersabar berangkat ke Tanah Suci tahun depan. Itu lantaran mereka gagal ikut keberangkatan gelombang dua atau kloter 88 beberapa hari lalu. Penyebabnya, satu CJH sakit dan satu lainnya laka lantas.

Data dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Trenggalek, satu CJH yang gagal berangkat itu berasal dari Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari. Pada H-1 pemberangkatan, yang bersangkutan sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Saat itu sebenarnya ada dua CJH yang keberangkatannya ditunda karena menjalani perawatan di RSUD. Namun, satu jemaah sudah membaik dan bisa bergabung untuk berangkat pada kloter terakhir kemarin,” ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Trenggalek, Agus Prayitno.

Satu CJH lain, lanjut Agus, yang gagal berangkat berasal dari Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. CJH tersebut mengalami laka lantas dan butuh perawatan. Yakni, dua hari sebelum jadwal pemberangkatan. CJH itu bisa berangkat karena memenuhi syarat dalam pembukaan kuota bebas untuk menggenapi jumlah jemaah haji.

"Karena kloter terakhir telah berangkat, maka keduanya tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka akan mendapatkan prioritas untuk berangkat tahun depan," jelas Agus.

Untuk pemberangkatan gelombang kedua tersebut, CJH terbanyak berasal dari Kecamatan Pogalan. Yakni, ada 11 CJH. Disusul Kecamatan Gandusari dengan 9 CJH dan Kecamatan Trenggalek 8 CJH. Terkait yang masuk dalam kategori lansia, umur 65 tahun ke atas ada 15 jemaah. Mayoritas pekerjaan dari CJH pada gelombang kedua kali ini adalah aparatur sipil negara (ASN). Yakni, ada 19 CJH.

Para jemaah dari kloter terakhir tersebut, kemarin (23/6), telah bertolak ke Tanah Suci bersama jemaah dari sembilan kabupaten lain di Jatim. Yakni, Kabupaten Lamongan, Jember, Lumajang, Kediri, Nganjuk, Blitar, Madiun, Magetan, dan Ponorogo. “Jadi hanya dua orang jemaah itu yang menunda keberangkatan. Sebab, satu jemaah yang sakit setibanya di Asrama Haji telah berangkat esok harinya bersama rombongan dari Kabupaten Lamongan,“ tandasnya. (jaz/c1/wen)

Editor : Zaki Jazai
Sumber : Kankemenag Trenggalek
trenggale haji