TRENGGALEK-Anggota organisasi pencak silat di Bumi Menak Sopal tampaknya harus menyadari jika sewaktu-waktu tugu lambang organisasi yang telah dibangun tersebut dibongkar. Pasalnya, kendati hingga Kamis (20/7) belum ada titik terang terkait wacana pembongkaran, seluruh pengurus organisasi sepakat dan tidak mempermasalahkan jika dibongkar.
Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Trenggalek, Wijiono mengatakan bahwa memang telah mengetahui terkait surat imbauan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur (Jatim) terkait pembongkaran tugu pencak silat. Kendati demikian, sejauh ini belum ada pembahasan atau rapat resmi terkait hal tersebut. untuk kesepakatan seperti apa, PSHT menunggu informasi lebih lanjut. “Kami memang menyadari bahwa di beberapa titik di sini (Trenggalek, Red) dibangun tugu pencak silat, termasuk PSHT, makanya untuk informasi selanjutnya masih menunggu,” katanya.
Dia melanjutkan, sejatinya organisasi secara resmi tidak pernah menginstruksikan membuat tugu atau PAL tersebut. Proses pembangunannya murni dilakukan oleh individu dan kelompok masyarakat tertentu secara swadaya. Sejauh ini, pengurus cabang juga tidak ada laporan terkait jumlah tugu yang ada, hingga lokasi berdirinya di daerah mana. Jika memang tugu tersebut menjadi penyebab utama gesekan atau masalah lain, organisasi menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada pemerintah agar diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Tapi akan lebih arif dan bijaksana keputusan itu dikaji kembali oleh pemerintah, termasuk IPSI sebagai pembina organisasi pencak silat dan lain lain agar terjadi satu pemahaman dengan individu masyarakat yang membangun,” katanya.
Sejatinya, PSHT sendiri sepakat apabila ada tugu yang berdiri di fasilitas umum (fasum) tidak berizin dan berdiri di tanah negara untuk dipindahkan. Ketika keputusan tersebut diambil, maka seluruh anggota pastinya siap untuk memindahkannya. Jumlah tugu pencak silat yang ada saat ini ada di bakesbangpol. Sebab, beberapa waktu lalu telah dilakukan pendataan terkait hal tersebut. ”Kami juga sepakat dengan polisi untuk memindahkan tugu yang berdiri di fasum, tapi untuk tindakan selanjutnya masih menunggu informasi resmi dari pemerintah,” jelas Wiji. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai