TRENGGALEK - Perbaikan jembatan Pucung di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, dinilai lelet (lambat), karena proyek yang dikerjakan hampir sebulan tidak memperlihatkan hasil yang signifikan.
"Sampai sekarang dikeruk bego, tapi kok setengah-setengah kurang greget. Padahal yang di Gembleb, 65 persen tinggal masang jlurung saja," ujar warga RT 5, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, Adit, ketika membandingkan progres jembatan di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan.
Adit menilai, manfaat jembatan Pucung sangat banyak bagi warga, karena jembatan itu sudah menjadi akses vital warga, misal untuk mengantarkan anak ke SMPN 1 atau 2 Trenggalek, menuju RSUD dr Soedomo, maupun sekadar membayar PDAM.
"Jembatan itu sangat produktif karena jalur alternatif. Misal mau ke SMP 1 dan 2, rumah sakit, bayar PDAM, warga bobol lewat situ bisa dan lebih cepat," ujarnya.
"Biasanya juga kalau ada karnaval, itu warga melewati jembatan itu kalau jalur kota ditutup. Kalau Ngantru ditutup, bobol lewat situ," tambahnya.
Namun pasca jembatan ditutup, warga tak lagi bisa melewati jembatan dan harus menempuh jalan memutar yang lebih panjang. Karenanya, warga berharap jembatan Pucung segera diperbaiki dan cepat selesai.
Senada itu, warga lain Nyenet mengaku, jembatan Pucung biasa digunakan untuk akses alternatif disaat Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, ada karnaval.
"Pokok ada karnaval, jaranan, itu orang dari karangan, salamrejo, lewat situ semua," ujarnya.
Di sisi lain, di dalam LPSE Trenggalek, proyek pembangunan jembatan Tamanan ini memiliki pagu senilai Rp 2,423 Miliar (M), namun Harga Perkiraan Sementara (HPS) mengalami penyusutan menjadi Rp 2,397 M.
Namun begitu, proyek pembangunan jembatan Tamanan itu telah menemukan pemenang, CV. Anugerah Sejahtera dengan penawaran senilai Rp 1,918 M.
Sementara itu, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ramelan masih mencari data mengenai target selesai dari jembatan tersebut ke Kabid Bina Marga.
"Bentar Mas, saya tanyakan ke kabid yang membidanginya," ucapnya, melalui sambungan telepon, Minggu (30/7) siang.
Namun hingga berita ini ditulis, Ramelan tak kunjung memberikan informasi lebih lanjut.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra