Setelah menghilang sekitar satu malam, Suyanto, 42, warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, akhirnya ditemukan di tengah hutan desa setempat. Dia ditemukan oleh seorang pencari getah pinus, Agus Kusyanto, 50 dengan kondisi linglung alias bingung.
Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, Suyanto ditemukan tidak terlalu jauh di dalam hutan, yaitu sekitar dua kilometer dari rumahnya yang berada di ruas jalan raya Kecamatan Bendungan-Kecamatan Trenggalek. Saat ditemukan, Suyanto dengan kondisi bingung, berdiri sambil mondar-mandir di bawah pohon pinus dengan posisi telanjang dada. ”Saat menemukan tadi (kemarin, 1/8, Red), saya tengah mencari getah pinus, dan ketika melihatnya sempat memanggilnya, tapi dia tidak menjawab,” ungkap Agus Kusyanto.
Dia melanjutkan, mengetahui hal tersebut Agus langsung berusaha mendekatinya. Sebenarnya, Agus tidak mengenal Suyanto. Namun, sehari sebelumnya, dia mengetahui bahwa ada seorang warga yang hilang ketika mencari pakan hewan ternak di hutan. Karena melihat kondisinya yang linglung, Agus mencoba untuk menyapanya dan ternyata benar. “Begitu saya dekati dan memanggilnya lagi, dia langsung ngebrok (duduk di tanah, Red) dengan masih membawa rambanan (dedaunan pakan ternak) di atas kepala,” katanya.
Setelah itu, Agus mencoba untuk menyapa Suyanto dan memberikan pertanyaan, tetapi dia tetap saja diam. Karena khawatir akan kembali hilang dan berjalan terlalu jauh ke dalam hutan, Agus terus memegang tangan Suyanto dan memandunya menuju perkampungan. Barulah ketika sampai di jalan desa, Suyanto mulai bicara dan menunjukkan alamat rumahnya. “Ketika berjalan menuju rumahnya itu, dia sempat bercerita bahwa masuk ke dalam hutan untuk mencari pakan ternak dan berputar–putar untuk cari jalan besar, tapi tidak ketemu,” jelas Agus.
Tak ayal suasana haru terasa. Bahkan, saat Suyanto sampai di pos pencarian yang tidak jauh dari rumahnya, tampak petugas langsung memapah korban hingga menuju tempat duduk dan memberikan minum. Keluarga korban tampak menahan air matanya. Ibu korban berkali-kali mengelus kepala korban yang masih termenung. “Kalau luka-luka tidak ada, hanya bajunya yang hilang,” pungkasnya. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai