Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Siap-siap Beli Gas Melon Akan Ada Barcodenya

Zaki Jazai • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 04:08 WIB
TETAP : Salah satu pengecer di Trenggalek ketika mendapat kiriman gas yang saat ini tidak ada perubahan kuota.
TETAP : Salah satu pengecer di Trenggalek ketika mendapat kiriman gas yang saat ini tidak ada perubahan kuota.

TRENGGALEK-Dua minggu terakhir ini, permintaan elpiji 3 kilogram (kg) terus mengalami kenaikan. Buktinya, jatah pasokan untuk setiap pangkalan elpiji lebih cepat habis diserbu pembeli. Seperti di pangkalan elpiji 3 kg kawasan Jalan RA Kartini. Pangkalan tersebut mengalami kenaikan permintaan.

Harini, pemilik pangkalan mengaku bahwa kenaikan sudah mulai terjadi sejak awal bulan kemarin. Namun, karena jatah dari agen tetap, permintaan tidak begitu terasa. Bedanya, stok cepat habis diserbu pembeli. “Biasanya habis dalam waktu sekitar tiga hari, kini satu atau dua hari saja sudah habis,” ungkapnya.

Dikatakan Harini, jatah yang diterimanya setiap pengiriman sejumlah 100 tabung ukuran 3 kg. Jatah tersebut sudah menjadi ketentuan Pertamina. Karena sudah ketentuan, mengajukan tambahan pun tidak segampang membalikkan telapak tangan. “Permintaan sebenarnya naik. Jadi dengan jatahnya pengiriman setiap dua kali dalam seminggu, jadinya lebih cepat habis,” katanya.

Di sisi lain, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek Rubianto menambahkan, banyaknya permintaan tersebut dimungkinkan lantaran gas elpiji yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, ternyata masih dikonsumsi oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas. Bahkan digunakan dalam perindustrian. Kendati mengetahui hal tersebut, tetapi pemerintah tidak bisa berbuat banyak dalam menentukan pilihan konsumen gas elpiji 3 kg. “Barangnya ada di pasaran, dan lebih murah, masyarakat mayoritas pasti pilih itu (gas elpiji 3 kg, Red),” imbuhnya.

Meski demikian, ke depannya pemerintah merancang kebijakan metode pembelian gas elpiji 3 kg bersubsidi menggunakan barcode. Sembari menunggu program tersebut diterapkan, saat ini pemkab gencar melakukan sosialisasi di desa-desa. Itu dilakukan untuk menyadarkan masyarakat terkait penggunaan gas melon tersebut. Jika seluruh elemen masyarakat telah sadar, maka fenomena kelangkaan gas tersebut tidak akan terjadi. “Jadi dengan penerapan itu, hanya yang terdaftar yang bisa beli gas eloiji 3 kg. Semoga bisa segera,”jelasnya. (jaz/c1)

Editor : Zaki Jazai
#Pemkab Trenggalek