Empat orang selamat, kemudian empat orang yang hilang ditemukan dalam keadaan meninggal. Mungkin kenangan seperti itulah yang akan teringat oleh seluruh masyarakat akan peristiwa dua perahu nelayan Prigi yang terbalik dan pecah ketika berlayar di Pantai Gladak masuk Kecamatan Tanggunggunung, Senin (7/8) malam lalu. Ternyata kondisi saat peristiwa terjadi sangat menegangkan. Ini seperti penuturan dua nelayan yang selamat, Imam Solihin dan Abdul Rokhim.
ZAKI JAZAI, Watulimo, Radar Trenggalek- Kejadian begitu singkat dan tanpa diduga. Mungkin hal itulah yang terngiang di benak salah satu anak buah kapal (ABK) Exel yang selamat, Imam Solihin. Betapa tidak, ketika kejadian tersebut, mereka sedang sibuk mencari ikan teri di perairan Pantai Gladak masuk wilayah Kecamatan Tanggunggung, Kabupaten Tulungagung. “Saya tidak memiliki firasat apa pun, cuma ketika kami mencari ikan tiba-tiba ombak besar menghantam kapal hingga hancur, dan kami ikut tergulung ombak,” ungkap Imam Solihin kepada koran ini.
Dimungkinkan karena saking syoknya, ketika mencoba mengingat detik-detik peristiwa tersebut dirinya termenung. Sebab, dia mencoba mengingat serpihan puzzle atas kejadian yang begitu cepat tersebut hingga membuat rekannya dalam satu pulau hilang dan ditemukan meninggal. Hal itu bukannya tanpa alasan sebab kondisi daerah sekitar begitu gelap ketika peristiwa terjadi. Semua ABK yang ada fokus mencari ikan. “Karena saking gelapnya, kondisi tebing pantai juga tidak terlihat,” katanya.
Mereka juga tidak menyadari jika ada ombak besar datang menghampiri, tahu-tahu ombak tersebut langsung menghantam perahu yang ditumpangi hingga hancur. Dengan kondisi tersebut, dia dan tiga rekannya langsung terpental terbawa ombak ke tengah. Beruntung ketika terbawa ombak tersebut ada pecahan styrofoam di dekatnya yang digunakan sebagai pelampung. “Setelah meraih styrofoam itu, saya berusaha naik ke permukaan air dan teriak minta tolong. Syukurlah, akhirnya ada nelayan lain yang sama-sama sedang melaut lalu menolong,” imbuh warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo tersebut.
Hal yang tidak jauh berbeda dituturkan oleh Abdul Rokhim, ABK Exel lainnya yang selamat. Ketika perahunya disapu ombak hingga pecah, dia sempat terpental beberapa meter. Setelah itu, dia berusaha berenang ke tepi dengan kekuatan yang ada, tetapi beberapa kali terus digulung ombak sehingga membuatnya kembali ketengah. Dengan sisa tenaga yang ada, dia berusaha berenang hingga akhirnya sampai ke tepi. “Setelah sampai di tepi pantai, saya sudah lemas hingga tidak bisa berdiri lagi. Syukurlah sekitar 30 menit berselang ada nelayan lain yang datang menolong,” imbuhnya.
Dalam keadaan tersebut, dia sudah tidak mengetahui bagaimana kondisi ketiga temannya yang sebelumnya berada dalam satu perahu yaitu Exel. Apalagi, perahu yang ada di sebelahnya yaitu perahu Wilwo juga ikut terempas ombak. Sebenarnya ketika kejadian tersebut sama dengan hari-hari sebelumnya, kondisi ombak tidak terlalu besar. Namun dimungkinkan karena posisi saat mencari ikan terlalu menepi, ombak terasa agak besar. Selain itu, di lokasi tersebut juga banyak ikannya sehingga para nelayan banyak yang melaut di kawasan terjadinya laka laut itu. “Setahu saya, ketika terjadi itu di samping saya ada nelayan lain yang berenang. Tapi karena keadaan gelap dan berusaha berdiri beberapa kali jatuh, saya tidak tahu siapa itu,” jelasnya.(*)
Editor : Zaki Jazai