TRENGGALEK- Menghadapi musim kemarau tahun ini, masyarakat di Kota Keripik Tempe yang biasanya mengalami kekeringan harus pandai menghemat air bersih. Pasalnya, bulan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek telah mendapatkan laporan permintaan air bersih.
Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kemarin BPBD baru saja mengirim permintaan air bersih di wilayah Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul. Tercatat ada tiga RT di dua dusun wilayah desa tersebut yang mengalami kekeringan. Dengan begitu, semakin menambah banyaknya desa yang memerlukan pengiriman air bersih di Trenggalek. Mengingat sebelumnya, polisi juga melakukan hal yang sama di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, dan Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan.
Dengan kejadian tersebut, jumlah permintaan air bersih diprediksi akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim kemarau. “Desa yang kami kirimi air itu (Desa Ngrencak, Red) sebelumnya telah mengajukan permintaan bantuan air bersih,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St. Triadi Atmono.
Dia melanjutkan, karena itu sebelum melakukan pengiriman, petugas BPBD telah memberi informasi ke pemerintah desa (pemdes) setempat. Itu dilakukan agar pemdes meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat terdampak sehingga menyiapkan wadah air yang akan digunakan. Berdasarkan laporan yang didapat BPBD, akibat kekeringan tersebut ada 126 keluarga dengan jumlah 506 jiwa mengalami kesulitan air bersih.
“Berdasarkan laporan kami, sumber air mereka berangsur dalam sehingga memerlukan bantuan air bersih. Pastinya jika ada permintaan, kami akan langsung mengirimkan,” katanya.
Sebab, kekeringan yang terjadi di wilayah Kecamatan Panggul sebelumnya telah diprediksi BPBD, mengingat setiap tahun ketika kemarau selalu ada permintaan air bersih di wilayah tersebut. Untuk itu, sejak bulan lalu BPBD telah menyiagakan mobil tangki air dengan kapasitas 6 ribu liter yang stand by di wilayah Kecamatan Panggul. Itu dilakukan untuk menyingkat waktu pengiriman, mengingat kebutuhan air bersih merupakan hal yang mendesak. Dengan demikian, ketika permintaan datang, mobil tangki tersebut langsung mengisi air di PDAM wilayah Panggul dan mendistribusikan ke sasaran.
“Ini kami lakukan agar dropping air merata di daerah yang membutuhkan. Dan, proses dropping akan diulangi kembali jika 6 ribu yang dibawa itu kurang,” jelas Triadi.(jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai