TRENGGALEK-Dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker) belum berani mengeklaim ada penurunan signifikan terkait angka pengangguran usai digelarnya job fair secara offline pada Rabu (26/7) lalu. Pasalnya, hingga kemarin (10/8) belum seluruh perusahaan yang ambil bagian melaporkan hasil perekrutan tenaga kerjanya.
Selain itu, disperinaker juga masih menggelar job fair secara online hingga Selasa (22/8) mendatang. Dari situ, jumlah pelamar dimungkinkan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
“Yang jelas penurunan pengangguran ada, tapi masih dihitung. Kami juga masih menunggu pendaftaran job fair secara online berakhir,” ungkap Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Trenggalek, Pujianto.
Menurut dia, saat job fair offline digelar tercatat ada 1.941 pendaftar yang mengejar lowongan yang disediakan perusahaan swasta. Hanya, belum semua pendaftar langsung diterima karena ada beberapa perusahaan yang belum sempat mengumumkan hasil seleksi.
“Belum semua perusahaan mengumumkan, kendati saat ini sudah ada delapan perusahaan yang telah melapor bahwa menerima tenaga kerja dari kegiatan job fair ini,” katanya.
Kendati demikian, disperinaker optimistis job fair yang dilaksanakan mampu menyerap tenaga kerja. Sebab, hal itu dilakukan sebagai upaya pemkab dalam pengurangan pengangguran dan kemiskinan ekstrem serta menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Trenggalek. Apalagi, saat ini pendaftaran secara online masih berlangsung.
Berdasarkan laporan yang ada, perusahaan yang paling diminati para pencari kerja adalah yang bergerak di sektor garmen, perbankan, web, dan perdagangan. Mereka berasal dari lokal maupun interlokal. ”Jadi, job fair saat ini masih berjalan, paling tidak ada penurunan pengangguran,” ujarnya.(jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai