Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Trenggalek Masih Galau, Apa Kolam Renang Tirta Jwalita Bakal Tutup Permanen?

Zaki Jazai • Selasa, 15 Agustus 2023 | 03:52 WIB
BUKAN UNTUK BERENANG : Kondisi sekitar kolam renang Tirta Jwalita yang masih ditutup pasca insiden tewasnya tiga bocah sekitar dua bulan lalu, dan kini pada malam hari digunakan untuk nongkrong.
BUKAN UNTUK BERENANG : Kondisi sekitar kolam renang Tirta Jwalita yang masih ditutup pasca insiden tewasnya tiga bocah sekitar dua bulan lalu, dan kini pada malam hari digunakan untuk nongkrong.

TRENGGALEK-Nasib kolam renang Tirta Jwalita semakin tak menentu. Bahkan fasilitas publik milik Pemkab Trenggalek di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek bakal terbengkalai. Mengingat pasca insiden yang menewaskan tiga bocah pada Minggu (4/6) lalu, kolam renang ini masih tutup, meskipun garis polisi telah dilepas.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Trenggalek, pintu gerbang pada kolam renang pelat merah tersebut masih terkunci sejak pagi. Sehingga tidak terlihat aktivitas apapun di kolam renang tersebut. Justru aktivitas di sekitar kolam renang terlihat pada malam hari, dengan banyaknya pemuda yang nongkrong dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar teras kolam renang. "Memang sejauh ini kolam kami tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto.

Itu dilakukan lantaran saat ini disparbud tengah melakukan sejumlah kajian bersama instansi terkait. Itu dilakukan guna membahas nasib kolam renang yang berada di komplek Stadion Menak Sopal tersebut kedepan. Kajian tersebut termasuk kemungkinan penutupan permanen kolam renang Tirta Jwalita. “Jika itu jadi dilakukan (penutupan permanen kolam renang, Red) pastinya akan ada alih fungsi fasilitas itu (kolam renang-Red) menjadi bangunan lain,”katanya.

Kendati demikian wacana penutupan permanen tersebut belum pasti dilakukan, sebab saat ini pemkab melihat situasi terlebih dahulu. Sebab wacana alih fungsi tersebut timbul karena selain adanya insiden tewasnya tiga bocah juga muncul berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satu yang menjadi pertimbangan tersebut adalah banyaknya penyewaan kolam renang yang dikelola swasta. Sebab kolam renang Tirta Jwalita telah lama dibangun, karena belum ada pihak swasta yang melayani penyewaan kolam renang. Sehingga dalam hal ini pelayanan penyewaan kolam renang tidak harus dilakukan pemkab, melainkan bisa dari masyarakat (swasta-Red).

Memang dalam hal ini disparbud menyadari potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang hilang jika alih fungsi aset itu benar-benar terealisasi. Namun di sisi lain pastinya potensi pendapatan daerah di luar sektor penyewaan kolam renang justru dinilai lebih potensial. Itu dilakukan lantaran lokasi kolam renang tersebut sangat strategis,sehingga berpotensi dialihkan menjadi yang lain seperti mall dan sebagainya. “Jadi potensi PAD tidak hanya kolam renang bisa bentuk lainnya dan ini masih dalam pembahasan. Kalau soal itu (alih fungsi buntut insiden-red), semua kegiatan pasti ada efek, ada risikonya, hal semacam itu jadi pertimbangan kami juga,” jelas Sunyoto. (jaz/rka)

Editor : Zaki Jazai
#Disparbud Trenggalek #Pemkab Trenggalek