TRENGGALEK - Bencana Kekeringan di Bumi Menak Sopal kian hari kian parah. Pasalnya, hingga Rabu (23/8/2023 ), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek terus men-dropping air bersih kepada sejumlah warga selain di Desa Ngrencak dan Besuki, Kecamatan Panggul. Hal ini seperti yang diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono.
Dia mengatakan, sepekan terakhir ini BPBD Trenggalek terus men-dropping air bersih kepada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, dua desa yang lebih dahulu mengalami kekeringan (Desa Ngrencak dan Besuki, Red), dilakukan dropping air bersih oleh BPBD setiap dua hari sekali.
“Semula kami men-dropping air bersih kepada desa terdampak kekeringan dengan jumlah rata-rata 12 ribu liter untuk sekali jalan. Namun, hari-hari ini (kemarin-Red) permintaan air bersih bertambah menjadi dua kali lipat,” katanya.
Dengan kata lain, petugas men-dropping air bersih untuk warga di dua desa tersebut mencapai 24 ribu liter. Bahkan, selain dua desa tersebut, baru-baru ini BPBD Trenggalek juga menerima permintaan bantuan peralatan penampungan air bersih di beberapa desa lain. Peralatan tersebut seperti tandon air, jeriken, dan terpal untuk membuat kolam penampungan air sederhana dengan cepat.
“Berdasarkan catatan kami, sementara ini ada empat desa di tiga kecamatan yang meminta bantuan peralatan itu,” ungkapnya.
Tiga desa yang telah mengajukan permintaan peralatan tersebut seperti Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh; Desa Bangun dan Desa Sobo, Kecamatan Munjungan; serta Desa Gayam, Kecamatan Panggul. Permintaan peralatan tersebut sejatinya sangat dimaklumi oleh petugas, mengingat desa-desa tersebut memang desa yang rawan terjadi bencana kekeringan. Dengan begitu, peralatan dibutuhkan warga sebagai upaya menunjang ketersediaan air bersih di empat desa tersebut.
Dengan adanya peralatan tersebut, diharapkan warga di empat desa nantinya memiliki cadangan air bersih yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, musim kemarau diperkirakan masih akan terus berlangsung.
Kemudian untuk men-dropping air bersih, BPBD telah menyiapkan empat armada tangki yang selalu siap kapan saja dibutuhkan. “Dari jumlah empat armada itu, dua armada di antaranya telah kami operasikan, juga stand by di wilayah Kecamatan Panggul untuk mengantisipasi bencana kekeringan di sana,” jelas pria yang juga diberi mandat sebagai Plt Kepala Satpol PPK Trenggalek ini. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai