Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Intip Saksi Bisu Sejarah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek

Nurul Hidayah • Kamis, 31 Agustus 2023 | 21:12 WIB
Bupati Trenggalek, Nur Arifin saat membersihkan jamasan pusaka pada Peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-829.
Bupati Trenggalek, Nur Arifin saat membersihkan jamasan pusaka pada Peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-829.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-829 menjadi hari spesial bagi masyarakat Bumi Menak Sopal. Keberaaan Prasasti Kamulan sangat penting bagi simbol sejarah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-829. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin turut serta melaksanakan rangkaian prosesi pembesihan jamasan pusaka.

Kembalinya Prasasti Kamulan sangat dinanti-nanti oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Hal ini karena mengingat prasasti tersebut mengandung makna sejarah penting bagi Trenggalek sehingga sangat patut dijadikan pusaka. Selain itu, Kota yang disebut-sebut sebagai Bumi Menak Sopal ini juga telah dikaruniai 2 pusaka baru pemberian Keraton Ngayogyakarta, yang satu berupa Tombak Wignyo Murti dan satunya lagi berupa Songsong Ayongsih.

Diketahui bahwa Prasasti Kamulan berisi tentang lika-liku perjalanan sejarah Trenggalek hingga sampai detik ini. tertulis di dinding prasasti dengan angka 1116 Saka atau dalam perhitungan Masehi adalah 31 Agustus 1194. Dari tanggal inilah dipatenkan menjadi Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Ada yang Baru! Prosesi Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-829

Prasasti Kamulan didirikan oleh Raja Kertajaya di awal pemerintahannya. Prasasti yang ditemukan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten TrenggalekBerdirinya Prasasti Kamulan bermula saat Raja Kertajaya dibawa bersama pasukan Senopati Tunggul Ametung menuju Katandan Sakapat (sekarang masuk wilayah Tulungagung dan Trenggalek). Hal inilah yang membuat Raja dari Kerajaan Kediri tersebut berlindung dari perebutan tahta yang diselewengkan oleh Girindra dan Daha. Kemudian Tunggul Ametung membuat pondasi sebagai simbol keraton sementara di Ketandan Sakapar, termasuk Kamulan menjadi daerah yang dibebaskan dari pungutan kerajaan. Ini dibuktikan pada tulisan dinding prasasti mengenai penetapan sirna (tanah bebas pajak).

Disamping itu, pusaka yang dijamas beda dengan di tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari dua Tombak Pusaka Korowelang, Tombak Songsong Tunggul Praja, Tombak Songsong Tunggul Nogo, Tombak Panji Lambang Kabupaten. Kemudian ada dua pusaka pemberian Keraton Ngayogyakarta, berarti Kabupaten Trenggalek memiliki 7 pusaka

Baca Juga: Jamasi Tombak Kyai Korowelang, Lestarikan Tradisi Menjelang Hari Jadi

Editor : Nurul Hidayah
#Jamasan Pusaka #prasasti kamulan #hari jadi kabupaten trenggalek #durenan