TRENGGALEK - Komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat dengan cara menggandeng Klinik Mata EDC Trenggalek berjalan sukses.
Buktinya, kegiatan bakti sosial pemeriksaan 'Operasi Mata Gratis Katarak dan Pterygium (daging tumbuh)' pada 21 Agustus 2023, itu menarik antusiasme 200 warga lebih yang mengikuti skrining.
Tak sebatas itu, sejumlah pasien pun mendapat operasi mata secara gratis. Tindakan operasi memerlukan waktu belasan menit, namun operasi itu sukses menyembuhkan semua pasien katarak selama kegiatan bakti sosial tersebut.
Beberapa pasien yang sukses pasca tindakan operasi mata gratis sempat menyampaikan testimoni pada puncak Hari Jadi Trenggalek ke-829 pada Kamis, (31/8) malam.
Di momen itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin merasa bersyukur karena mendengar langsung pengakuan dari para pasien.
Salah satu pasien yang pernah menjalani operasi mata katarak itu adalah Mujiono, warga Desa Malasan, Kecamatan Durenan.
Dia mengaku, sebelum operasi pandangan mata kabur, jarak pandang dekat. Namun pasca operasi, Mujiono kini dapat melihat dengan jelas.
"Terimakasih buat semuanya tepuk tangan, pindongane gawe masyarakat Trenggalek sehat kabeh (minta doanya untuk masyarakat Trenggalek supaya semuanya sehat)," begitu kesan Mas Ipin usai mendengar beberapa kesaksian pasien pasca operasi mata di Klinik Mata EDC Trenggalek.
Di sisi lain, Direktur Klinik Mata EDC Trenggalek Dian Anggraini Wikamorys, S.KM, M.H., mengatakan, selama giat bakti sosial 'Operasi Mata Gratis Katarak dan Pterygium (daging tumbuh)' mayoritas keluhan pasien adalah mata katarak.
Biasanya, mata katarak karena faktor usia. Namun studi kasus lain, mata katarak dapat disebabkan penyakit penyerta, seperti gula darah tinggi (diabetes melitus) dan darah tinggi (hipertensi). Sedangkan pemicu daging tumbuh karena paparan sinar matahari, debu, dan asap.
Penyakit mata katarak maupun daging tumbuh dapat berakibat fatal, apalagi jika tidak dideteksi dini dan mendapat tindakan yang tepat. Maka, dampak terparah yakni menyebabkan kebutaan.
"Bisa dengan dilakukan tindakan medis berupa operasi mata. Proses screening membutuhkan 5 menit, proses operasi hanya 15 menit," ujarnya.
Dian mengaku, tingkat keberhasilan operasi mata katarak lebih dari 90 persen, selama pasien tidak memiliki penyakit penyerta.
Di samping itu, dari kegiatan bakti sosial 'Operasi Mata Gratis Katarak dan Pterygium (daging tumbuh)', Dian berharap, Kabupaten Trenggalek bisa menjadi daerah bebas buta katarak agar bisa menggapai kabupaten yang meroket.
"Harapan kami, adanya hadiah operasi katarak gratis dari Bapak Bupati kerjasama dengan Klinik Mata EDC Trenggalek bisa bermanfaat bagi masyarakat Trenggalek dan sekitarnya," ungkapnya.
Selain itu, Dian menuturkan, supaya masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mata, terutama jika mendapati gejala mata terasa kabur saat melihat, maka lebih baik diperiksakan ke dokter spesialis mata.
"Agar segera dilakukan deteksi dini dan mendapat penanganan yang lebih tepat," pungkasnya.
Pada momen berbahagia itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengapresiasi Desa Siki, Kecamatan Watulimo, karena sudah proaktif mendukung warganya merawat kesehatan mata.
Begitupun dengan Pemerintah Kecamatan Watulimo, Bupati Arifin juga memberikan penghargaan kepada pemerintahan kecamatan tersebut karena berhasil mengunggah kesadaran masyarakat untuk merawat kesehatan mata. (tra)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra