Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mana Bacaleg Trenggalek Proaktif Isu Kebudayaan? Ketua Pesat: Sejauh Ini Saya Belum Mengetahuinya

Henny Surya Akbar Purna Putra • Senin, 4 September 2023 | 18:58 WIB
Ketua Pecinta Sejarah Trenggalek (Pesat) Harmaji.
Ketua Pecinta Sejarah Trenggalek (Pesat) Harmaji.

TRENGGALEK - Kontestasi pemilihan umum (pemilu) serentak 2024, termasuk pemilihan anggota DPRD Trenggalek makin dekat.

Namun sampai kini, bakal calon legislatif (bacaleg) yang memiliki terobosan jitu untuk masa depan kebudayaan Trenggalek dinilai tak tampak.

Padahal diketahui, pegiat kebudayaan di Kabupaten Trenggalek tidak segelintir, ditandai dari kemunculan mereka pada event-event budaya.

Apabila para bacaleg bisa memanfaatkan peluang tersebut, maka itu bisa menjadi nilai plus untuk pikat para calon pemilih.

"Sepengetahuan saya itu kok belum menemui mereka-mereka yang mengusung budaya, produk-produk budaya. Sejauh ini saya belum mengetahuinya untuk yang periode ini," kata Ketua Pecinta Sejarah Trenggalek (Pesat) Harmaji, Senin (28/8) siang.

Menurut dia, kebudayaan merupakan isu penting karena berimplikasi terhadap budaya sebagai identitas.

"Dari identitas, maka akan ada rasa kebanggaan sebagai warga dari tempat tersebut," ungkapnya.

Selain identitas, tambah Harmaji, kebudayaan juga berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat. Misal dilihat dari sisi ekonomi, gaya masyarakat mendapatkan pendapatan kini sudah berbeda.

"Saat ini, trend yang Dewasa ini adalah kreatif," ujarnya.

Misal kebudayaan Yogyakarta, tak lepas dari Keraton, Candi Prambanan, dan sebagainya. Lain itu Bali, memiliki tarian barong, sedangkan untuk melihat tarian itu ada tiket masuk. Dari kebudayaan, maka income masyarakat juga bisa bertambah.

"Turis-turis cenderung tak begitu tertarik dengan tempat eksotis dan pemandangan alam, karena di tempat mereka banyak. Tapi bagaimana kebudayaan yang ditempat mereka itu tidak ada," jelasnya.

Namun begitu, bacaleg yang mengangkat isu-isu kebudayaan masih jarang. Misal pun ada, tutur Harmaji, seharusnya mereka tidak hanya membuat wacana, tapi juga merealisasikannya.

"Ketika mereka (bacaleg) serius terhadap isu-isu budaya, mereka juga harus melaksanakan program-program yang mereka buat. Jadi bukan sekadar wacana-wacana tanpa hasil, karena masyarakat membutuhkan sesuatu hal yang konkret (nyata, Red)," tambahnya. (tra)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#bacaleg #pesat trenggalek #isu kebudayaan