TRENGGALEK- Mendung masih menggelayut di atas Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Belum lagi menyelesaikan persoalan meninggalnya salah satu warganya di Taiwan, kembali kabar duka menyeruak. Empat warga Desa Karanggandu hilang usai mencari ikan di perairan selatan Blitar.
Koran ini pun mencoba mengonfirmasikan hal ini ke Kades Karanggandu Umtingah. Dia mengaku belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait peristiwa ini, namun membenarkan jika empat warganya hilang di laut. Karena dia masih disibukkan mengurus administrasi pemulangan jenazah Jainal Fanani yang meninggal di Taiwan.
“Benar ada empat warga kami hilang, keluarga masih ikut melakukan pencarian,” katanya melalui sambungan telepon.
Hal senada diungkapkan Kades Tasikmadu Wignyo Handoyo. Dia mengaku langsung menginstruksikan perangkat desa untuk menyambangi rumah anak buah kapal (ABK) yang merupakan warganya. Baik yang selamat atau masih dinyatakan hilang. Semua memberikan dukungan moril. “Hari ini bagi tugas antara saya dan semua perangkat desa,” ungkapnya.
Wignyo, -sapaan akrabnya mengaku langsung bertolak ke Blitar bersama Camat Watulimo. Tidak ketinggalan beberapa anggota keluarga ABK yang ikut melihat proses pencarian. “Hingga kami pulang belum ditemukan. Semoga bisa segera ditemukan,” tandasnya.
Sekadar diketahui kapal slerek KM Mandala yang berisi nelayan Prigi, Kecamatan Watulimo kandas di perairan Blitar pagi kemarin (7/9). Kapal tersebut membawa 23 ABK, dan delapan di antaranya hilang. Musibah tersebut tepatnya terjadi di Pantai Gayasan yang letaknya antara Pantai Tambak Rejo dan Tanjung Pangi.
Berdasarkan informasi yang didapat, delapan ABK yang hilang tersebut adalah Asrofi, Manto alias Supriyanto, Didik Irwanto, dan Imam Sahroni yang semuanya warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Sedangkan empat ABK lainnya adalah Dio, Juki, D. Tris alias Anggur, dan Ali Rahmat yang semuanya warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. (jaz/rka)
Editor : Zaki Jazai