TRENGGALEK - Ribuan peziarah menyambut kedatangan jenazah Jainal Fanani di rumah duka masuk wilayah Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek pada Minggu (17/9/2023).
Mereka, yang menyambut jenazah Jainal Fanani kebanyakan berasal dari anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan organisasi pencak silat yang diikuti oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan tersebut.
Bukan hanya itu, lokasi rumah duka juga dipenuhi puluhan karangan bunga, sebagai rasa kehilangan atas kepergian almarhum. Sehingga suasana menjadi haru ketika jenazah Jainal Fanani tiba sekitar pukul 11.10 WIB.
Sebab para peziarah yang sebelumnya tegar mulai meneteskan air mata. Dengan kondisi tersebut menunjukkan betapa kehilangan para peziarah akan sosok Jainal Fanani. Setelah itu jenazah Jainal Fanani langsung disalatkan dan mulai prosesi pemakaman.
"Mungkin secara pribadi kami tidak mengenalnya, tapi dengan banyaknya peziarah yang datang pastinya almarhum merupakan sosok orang yang baik," ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
Dia melanjutkan, sedangkan terkait proses kematiannya diharapkan seluruh masyarakat khususnya anggota PSHT tidak saling menyalahkan.
Sebab untuk takdir baik lahir, rejeki dan meninggal sudah ada yang mengatur sebab merupakan kekuasaan Tuhan YME.
Sehingga dalam hal ini tidak perlu saling menyalahkan apalagi antar organisasi yang bisa mengakibatkan perpecahan.
"Terkait penyebab kematian pastinya polisi kedua negara (Indonesia dan Taiwan, Red) sudah memprosesnya dan pastinya pelaku akan dihukum.
Karena itu kami berharap jangan sampai ada yang memprovokasi akan hal ini," katanya.
Selain itu pemkab juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI).
Karena telah membantu seluruh proses pemulangan jenazah Jainal Fanani dengan selamat, beserta dokumen telah lengkap.
"Syukurlah berkat kerjasama semua pihak proses pemakaman bisa berjalan lancar, dan jangan sampai ke depan ada aksi saling balas dendam," jelasnya. (jaz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana