Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tercium Kesuksesan Job Fair 2023 Trenggalek, Komisi IV Dorong Anggaran Tahun Depan Ditambah

Henny Surya Akbar Purna Putra • Selasa, 19 September 2023 | 00:33 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Sukarodin saat mencermati laporan job fair 2023.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Sukarodin saat mencermati laporan job fair 2023.

TRENGGALEK - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek menilai, penyelenggaraan job fair 2023 cukup sukses.

Adapun indikasi kesuksesan tersebut berdasar evaluasi organisasi perangkat daerah daerah (OPD) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek.

"Saya pikir ini hasil yang bagus. Maka berikutnya, 2024, job fair mesti dianggarkan kembali karena asas manfaatnya jelas," kata Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Sukarodin, Senin (18/9/2023) sore.

Sukar -panggilannya menjelaskan, apa yang membuat job fair 2023 punya output bagus adalah alokasi anggaran sekitar Rp180 juta, yang diikuti 790 orang pencari kerja, tercatat 226 orang berhasil mendapat pekerjaan formal.

"Maknanya, dari anggaran Rp180 juta, ini butuh anggaran Rp 796.400, ini sudah bisa mengangkat pengangguran tingkat terbuka (PTT) memperoleh status bekerja," tegasnya.

Sukar mengakui bahwa komisi IV berencana menambah alokasi anggaran penyelenggaraan job fair pada rancangan peraturan daerah anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2024.

Pihaknya memproyeksikan, tambahan anggaran itu bisa menyentuh Rp500 juta. Dengan begitu, penyelenggaraan job fair tak cuma setahun sekali, tapi bisa lebih dari itu.

"Job fair 2024, wajib hukumnya, lebih dari anggaran tahun anggaran 2023, prinsipnya itu. Proyeksi sekitar Rp400 juta, syukur-syukur bisa Rp500 juta. Job fair bisa diadakan setahun dua kali atau gimana," jelasnya.

Lain itu, Sukar menekankan bahwa kalangan disabilitas harus memiliki ruang lebih banyak dalam program pelatihan di Disperinaker Trenggalek.

Baca Juga: Dian Ribut Wahyudi: Sepeda Punya Daya Tarik Tersendiri, Tapi Jangan Asal Pilih

Misal kini, dari total kuota 20 pelatihan PTT, kuota kalangan dari berkebutuhan khusus sebatas 5 orang.

"Ini ada 2 hal yang mungkin tidak berhasil. Pertama, ada rasa minder, karena temannya tidak senasib. Kedua, penangkapan materi dari instruktur, ini tentu berbeda orang per orang," ucapnya.

"Kalau ini dijadikan satu, ini kan kurang pas. Maka, saya minta itu diubah, pelatihan keterampilan khusus untuk difabel," tambahnya. (tra)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sukarodin #job fair #Komisi IV DPRD