TRENGGALEK- Operasi SAR untuk mencari delapan nelayan asal Trenggalek yang hilang di Perairan Pantai Gayasan, Kabupaten Blitar resmi dihentikan. Sehingga pencarian yang dilakukan oleh tim Sar gabungan tanpa hasil.
Sebenarnya secara Standard Operating Procedure (SOP) pencarian nelayan asal Trenggalek yang hilang dilakukan selama tujuh hari dan telah berakhir pada Rabu (13/9/2023). Karena saat itu hasilnya nihil maka berdasarkan permintaan berbagai pihak termasuk Pemdes Tasikmadu, proses pencarian diperpanjang selama dua hari. Namun hasilnya tetap saja nihil.
“Memang secara prosedur pencarian telah berhenti,tapi kami berharap tetap bisa dilakukan secara society community atau komunitas sosial,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.
Baca Juga: Hari Kedua Tak Ketemu, Tim SAR Perluas Radius Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Kuyon Trenggalek
Dia melanjutkan, sehingga ketika nelayan yang melaut menemukan korban, baik dalam keadaan hidup atau sudah meninggal, bisa melakukan evakuasi terlebih dahulu. Evakuasi yang dilakukan bisa menepikan atau memberi tanda korban terlebih dahulu agar tidak terhempas omak, sambil menginformasikan kepada petugas untuk dilakukan identifikasi.
“Sejak hari pertama pencarian, menurut keterangan teman-teman yang ada di lapangan, situasi ombak tinggi dan berkabut di sekitar lokasi, sehingga hal itu yang menjadi kendala dalam proses pencarian,” katanya.
Baca Juga: Ini Cerita di Balik Tragedi Perahu Nelayan Prigi yang Pecah Tersapu Ombak di Pantai Gladak
Sebenarnya terkait hal tersebut, tim Sar gabungan sempat ada harapan menemukan salah satu korban. Hal tersebut lantaran ada kabar ditemukan mayat mister X yang mengapung di daerah perairan Kabupaten Malang.
Namun setelah diidentifikasi,mayat tersebut bukan nelayan asal Kecamatan Watulimo yang hilang sebab secara identifikasi, ciri-ciri ternyata tidak ada yang identik dengan korban.
Baca Juga: Bekerja di Tambang Emas Kalimantan, Dua Warga Trenggalek Ini Tewas
Karena kejadian tersebut, kedepan pemkab berharap para nelayan jangan memaksakan diri untuk melaut, khususnya jika ada cuaca ekstrem. Sehingga diharapkan para nelayan selalu memperhatikan prakiraan cuaca yang diumumkan Syahbandar.
”Tolong sebelum melaut dipastikan. Karena ceritanya kemarin itu posisi mereka sudah mau pulang, kemudian tiba-tiba kabut dan jarak pandang terbatas. Setelah itu terbawa ke tepian dan dihantam ombak,”jelas Ipin.(jaz)
Editor : Zaki Jazai