TRENGGALEK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus secepatnya melakukan terobosan untuk menaikan kembali kejayaan Pasar Pon Trenggalek.
Pasalnya, bangunan megah Pasar Pon Trenggalek di sisi luar berbanding terbalik dengan kondisi para pedagang yang ada di dalam.
Sebab, saat ini animo masyarakat untuk berbelanja di Pasar Pon sangatlah rendah. Itu terlihat dengan kondisi pengunjung setiap harinya yang terus sepi.
Bahkan kadang dalam satu hari pedagang tidak mendapatkan konsumen sama sekali.
“Sepi, sangat sepi sekali, sehingga kadang-kadang kami memilih untuk tidak buka, karena tidak bisa balik modal dalam sehari,” ungkap seorang pedagang Pasar Pon Trenggalek, Hermin.
Dia melanjutkan, bahkan kondisi pembeli yang ada saat ini lebih parah ketika para pedagang berada di relokasi setelah terjadinya kebakaran sekitar 2018 lalu.
Saat berada di lokasi kendati berkurang para pedagang bisa mendapatkan konsumen sekitar 50 persen, namun saat ini malah tidak sama sekali.
Padahal, sebelum terbakar usaha di pasar menjadi tumpuan hidup keluarganya dan juga pedagang lainnya.
Sebab juga bisa untuk biaya sekolah anaknya. ”Dulu bisa menyekolahkan anak-anak, sekarang buat makan aja susah,” ujarnya.
Hal yang tidak jauh berbeda di tambahkan Nanik Kustiani salah satu pedagang lainnya. Menurut dia dengan keadaan seperti itu banyak los dan kios yang ditinggal para pemiliknya.
Sebab dengan kondisi seperti ini bisa dibilang pendapatan dari pedagang minim,dan pedagang harus pandai-pandai mengatur pengeluaran.
”Jadi istilahnya kami disini puasa, karena harus menahan segala keperluan," tuturnya.
Ditambahkan dengan kondisi kios yang sempit dirinya dan para pedagang lainnya dipastikan kalah dengan para pedagang besar.
Sebab pedagang besar yang tentunya juga memiliki modal yang banyak sanggup menyewa kios yang besar di sekitar Pasar Pon maupun tempat lainnya. Sehingga kondisinya sangat mudah untuk diakses para pembeli.
Diketahui sebelumnya, Pasar Pon, Trenggalek, Jawa Timur, ludes terbakar pada Sabtu (25/8/2018).
Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Trenggalek dan Tulungagung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
Berdasarkan kesimpulan penyelidikan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Trenggalek, kebakaran itu berasal dari kebocoran kabel listrik atau korsleting. (jaz)
Editor : Didin Cahya Firmansyah