TRENGGALEK- Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) Kembali lagi terjadi di wilayah Trenggalek, tepatnya di area hutan Gunung Orak-Arik.
Belum diketahui penyebab pasti kebakaran hutan dengan luasan yang mencapai sekitar satu hektar tersebut.
Kebakaran lahan dan hutan itu baru diketahui warga sekitar pukul 16.30 Kamis (28/7/2023). Diduga api berasal dari sisi barat hutan yang berada di wilayah Perhutani petak 114 A,masuk Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek kawasan RPH Gandusari/ BKPH Karangan.
Baca Juga: Kisah Nyata Insting Prediksi Bencana AKP Supadi, Anggota Tim Satgas Bencana Polres Trenggalek (1)
Karena kondisi hutan yang kering api dengan cepat merembet di berbagai penjuru. Dengan kondisi tersebut dikhawatirkan kobaran api meluas ke permukiman warga.
Sehingga petugas gabungan dari Perhutani, BPBD, Satpol PPK, Polisi-TNI dan serta relawan dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman.
“Proses pemadaman kami lakukan secara manual, karena lokasi kebakaran sulit untuk dijangkau mobil pemadamkebakaran (damkar),” ungkap Wakil Administratur (ADM) Perhutani Kediri Selatan Munawar Sukowati, Jumat (29/9/2023).
Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. Saat itu berbagai upaya dilakukan petugas gabungan agar api tidak sampai menjalar ke area permukiman.
“Kondisi hutan yang kering dan dipenuhi ilalang semak dan belukar membuat api cepat menjalar ke timur gunung, karena iotu kami melakukan berbagai upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas,” katanya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Satpol PPK Trenggalek St. Triadi Atmono. Dia menambahkan, dimungkinkan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00.
Sebab warga sekitar pukul 16.30 mengetahui ada api yang menjalar di wilayah perkebunan mereka dan langsung memadamkan.
Tidak cukup sampai disitu karena dimungkinkan masih mengetahui adanya sumber api di area hutan, sekita pukul 18.10, masyarakat menghubungi dan petugas gabungan.
“Dengan kondisi itu, sekitar pukul 18.30 kami tiba dilokasi dengan satu unit mobildamkar,” imbuhnya.
Karena kondisi medan yang sulit proses pemadaman menggunakan apar, gepyok ranting, hingga membuat sekat kebakaran. Tujuannya api tidak bisa merember ke sini lain. Akhirnya sekitar pukul 21.00 api bisa dipadamkan.
”Kami meninggalkan lokasi setelah memastikan tidak ada lagi sumber api yang memicu kebakaran susulan. Semoga saja kedepan tidak ada lagi kebakaran hutan disini,”jelas Triadi.
Editor : Zaki Jazai