TRENGGALEK - 5 Oktober 2023 merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Tentara Negara Indonesia (TNI).
Masyarakat Kabupaten Trenggalek patut berbangga diri, karena salah satu petinggi TNI berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) ternyata berasal dari Kota Alen-Alen.
Itu adalah Widi Prasetijono, Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.
Kemarin, Rabu (4/10/2023) siang, Jawa Pos Radar Trenggalek berkunjung ke rumah Mayjen Widi Prasetijono di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Di sana, Ibunda Mayjen Widi Prasetijono menyambut dengan ramah.
Ibunda Mayjen Widi Prasetijono, Nurhayati bercerita Mayjen Widi punya panggilan keluarga 'Pras'. Panggilan itu sebagai pembeda dari saudara dan saudarinya, karena Pras memiliki empat saudara. Dua kakak laki-laki dan dua adik perempuan.
Sedangkan kelima anak dari pasangan Soeroso dan Nurhayati punya nama yang mirip-mirip. Dimulai dari anak pertama, Widiharto, Widihartanto, Widi Prasetijono, Weni Prasetyowati, dan Weni Prasetyowati.
"Kalau di rumah dipanggilnya, Pras (pembeda panggilan dengan saudara/i-nya, Red), tapi kalau di luar rumah Widi," kata Nurhayati.
Nur melanjutkan, Pras kecil adalah orang yang rajin. Tiap mendekati ujian sekolah, ia selalu bangun dini hari untuk belajar. Menurut Nur, kebiasaan rajin itu merupakan didikan dari ayahnya, Soeroso.
Soeroso seorang purnawirawan TNI, sehingga kebiasaan disiplin dalam kemiliteran itu diturunkan ke anak-anaknya. Nur mengakui bahwa cara mendidik itu agak mengekang.
"Bapaknya itu disiplin, waktu itu di jadwal, jam segini harus belajar, jam segini waktu main, istirahat, dikekang pokoknya, tidak boleh sembarang bergaul," ujarnya.
Dibalik didikan yang disiplin tersebut, Mayjen Widi mendapat sisi positif, yakni berprestasi dalam bidang mata pelajaran.
"Rangking terus di sekolahnya," ucapnya.
Pada 1991, lanjut Nur, adalah awal karir Pras menjadi TNI. Mulanya dia mendaftarkan diri mengikuti tes akademi militer (Akmil) usai mengikuti ujian akhir sekolah (nasional, Red).
"Dia coba-coba ikut Akmil, masih kelas 3 SMA, setelah itu kok diterima. Alhamdulillah, anak saya, iseng-iseng itu kok langsung lulus," ujarnya.
Pasca itu, kata Nur, Pras yang lahir pada 1971 mendapat beberapa tugas negara tak terkecuali di daerah konflik, Timor Timur dan Irian Jaya. Pras pun sempat menjadi ajudan Presiden RI Joko Widodo.
Saat bertugas di daerah konflik, Nur sering cemas tentang Pras karena kala itu media komunikasi hanya melalui surat.
"Dulu di Timor Timur pernah mau dicegat oleh kelompok separatis, Alhamdulillah bisa lolos. Kemudian di Papua, Pras sempat terkena wabah Malaria, sakitnya antara dua bulan," jelasnya.
Sebagai ibu dari kelima anak, Nur senantiasa mendoakan keselamatan dan kesuksesan untuk anak-anaknya.
"Ya itu pasti, didoakan yang terbaik untuk semua anak-anaknya, baik ketiga anak laki-laki dan dua perempuan," ungkapnya.
KARIR MAYJEN WIDI PRASETIJONO:
Letda Pama Pussenif (1993)
Letda Danunit Grup 2 Kopassus (1995)
Lettu Danunit Yon 22 Grup 2 Kopassus (1996)
Lettu Dansubtim Yon 22 Grup 2 Kopassus (1998)
Kapten Dantim Yon 22 Grup 2 Kopassus (2000)
Mayor Kasilog Grup 1 Kopassus (2003)
Mayor Wadanyon 11 Grup 1 Kopassus (2006)
Letnan Kolonel
Letkol Danyonif 400/Raider (2009—2010)
Letkol Dandim 0735/Surakarta (2011—2012)
Letkol Pabandya 1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad (2012—2014)
Kolonel
Kolonel Ajudan Presiden Joko Widodo (2014—2016)
Kolonel Danrindam III/Siliwangi (2016—2017)
Kolonel Danrem 074/Warastratama[2][3][4] (2017—2018)
Brigadir Jenderal
Brigjen Danrem 091/Aji Surya Natakesuma[5][6] (2018—2020)
Brigjen Kasdam IV/Diponegoro[7] (2020—2022)
Mayor Jenderal
Mayjen Danjen Kopassus 2022
Mayjen Pangdam IV Diponegoro 2022- sekarang
Riwayat Penugasan Mayjen Widi Prasetijono
Ops Tim Tim (1996)
Ops Irian Jaya (2001)
Singapore (2012)
China (2014)
Myanmar (2014)
Australia (2014, 2022)
Malaysia (2015)
Turki (2015)
USA (2016).