TRENGGALEK- Hobi jika ditekuni akan menghasilkan rezeki. Itulah yang dialami oleh Alvin Syahru Tamimi. Pasalnya, bermodal hobi merias wajah membuatnya menjelma sebagai seorang make-up artist (MUA).
Hal tersebut menjadi bukti bahwa ketika memiliki suatu hobi tertentu dan serius digeluti hingga terus konsisten, maka akan mendatangkan berbagai manfaat termasuk pundi untuk mendulang rupiah dari MUA.
Tidak ketinggalan juga pengalaman tak terlupakan. "Dalam perjalanan karierku sebagai seorang MUA ini, banyak hal yang seru, dan pastinya itu tak akan terlupakan," ungkap Alvin Syahru Tamimi kepada koran ini.
Wanita asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo tersebut mulai meniti karier sebagai perias wajah kala istilah MUA belum booming seperti saat ini. Semula, dia diajak temannya yang sudah terlebih dahulu menekuni tata rias wajah.
"Saya belajarnya otodidak. Mulai diajak teman untuk membantu MUA orang. Dan saya juga ikut teman itu selama beberapa bulan," katanya.
Setelah ikut temannya tersebut, dia mulai memberanikan diri untuk buka MUA sendiri. Awal mula meniti karier sebagai MUA, dia mendapat penghasilan Rp 50 ribu untuk sekali merias klien. Itu pun mulanya merias tetangga dan temannya.
"Saya nge-job naik motor. Saya jalani semua. Saat itu setiap merias hasilnya saya upload ke Instagram (IG) dan grafik (terima order merias) perlahan naik. Saya juga sering sharing ke teman-teman satu profesi untuk meningkatkan kemampuan," jlentrehnya.
Ternyata bermula dari media sosial (medsos) itulah dia bisa melakukan promosi. Serta dibantu secara mulut ke mulut dari klien yang puas akan pekerjaannya. Gayung pun bersambut, ternyata kerja keras tak mengkhianati hasil.
Wanita yang akrab disapa Ami tersebut terus mendapatkan pesanan karena banyak yang menyukai riasannya, bahkan hingga kini banyak orderan untuk merias wajah klien. Dia pun juga konsisten mengunggah hasil merias klien ke akun medsos miliknya.
Pesanan terbanyak saat ini untuk merias pengantin, wisuda, pesta dan sebagainya. Tarif MUA yang dipatoknya tergantung model seperti apa yang diinginkan klien.
Menyikapi persaingan dengan MUA, menurut Ami, konsistensi menjadi kunci. Pada akhirnya order merias itu datang menjadi keinginan klien sendiri. Mereka memilih sesuai kemampuan finansial dan keinginan untuk dirias dengan tema tertentu.
Dari situ, Ami meyakini prospek MUA ke depan bakal terus cerah meski banyak menggeluti profesi serupa. "Karena hobi, saya bakal lanjut terus sampai mungkin nggak ada lagi klien," jelasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah