Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

5 Desa di Trenggalek Rawan Konflik dan Jadi Perhatian saat Pilkades Serentak

Zaki Jazai • Kamis, 19 Oktober 2023 | 15:00 WIB

 

 

Sejumlah desa di Tulungagung belum memiliki kades definitif.
Sejumlah desa di Tulungagung belum memiliki kades definitif.

TRENGGALEK - Proses pengamanan menjelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak se-Kabupaten Trenggalek tahun 2023 yang direncanakan pada bulan depan (November) harus lebih diperhatikan.

Pasalnya kemungkinan akan terjadi konflik, mengingat para calon kepala desa (cakades) pastinya akan all-out melakukan cara agar terpilih.

Ini terlihat dari 9 desa yang akan mengikuti pilkades, 5 desa di antaranya akan menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten (pemkab). Pasalnya, para cakades di lima desa tersebut tidak ada hubungan darah sehingga pastinya mereka akan melakukan segala upaya agar menjadi yang nomor satu di desanya.

“Memang pengamanan dan perhatian tetap akan kami lakukan di empat desa peserta pilkades lainnya, tapi tidak seperti yang lima itu, sebab yang bertarung ada satu lingkup keluarga,” ungkap Wakil Bupati Trenggalek Syah M. Nata Negara.

Dia melanjutkan, desa yang menjadi perhatian khusus tersebut meliputi Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan; Desa Masaran, Kecamatan Bendungan; Desa Banaran, Kecamatan Tugu; Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan; Desa Jombok, Kecamatan Pule.

Sementara itu, empat desa yang lainnya berpasangan dengan keluarga seperti antara suami dan istri di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, serta Desa Salamwates, Kecamatan Dongko.

Kemudian di Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, serta Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, yang berkompetisi adalah orang tua dan anak. “Salah satu calon di empat desa itu adalah petahana dan masih menjabat,” katanya.

Kendati demikian, masyarakat di lima desa tersebut tidak perlu risau. Berdasarkan pemetaan daerah rawan saat pilkades, pemkab memastikan tidak ada daerah rawan. Namun, lima desa tersebut jadi perhatian khusus.

Sebab, gesekan politik di desa biasanya lebih kuat dibandingkan dengan pilpres maupun pileg. Jika pilpres maupun pileg, setelah selesai pilihan juga sudah selesai semuanya. Namun untuk pilkades biasanya gesekan antartetangga yang beda pilihan bisa lebih lama.

Baca Juga: Kolaborasi Kembangkan Anyaman Bambu Wonoanti Trenggalek

“Karena itu, kami berharap agar seluruh masyarakat bisa menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertibannya dengan baik sebelum atau sesudah pilkades,” jelasnya.(jaz/c1)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pilkades trenggalek #trenggalek #trenggalek update #trenggalek hari ini