Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Disuntik Rp 166,8 M dari APBD 2023, Realisasi Belanja Modal Trenggalek Ternyata Masih 33,98 Persen

Henny Surya Akbar Purna Putra • Jumat, 27 Oktober 2023 | 22:35 WIB

 

Salah satu ruas jalan Kabupaten Trenggalek di Kecamatan Pule yang sempat diprotes warga karena kondisinya berlubang.
Salah satu ruas jalan Kabupaten Trenggalek di Kecamatan Pule yang sempat diprotes warga karena kondisinya berlubang.

TRENGGALEK - Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Trenggalek untuk kegiatan belanja modal (bedal) pada tahun anggaran 2023 jauh dari kata ideal.

Hal itu pun dibuktikan dari persentase realisasi anggaran sampai dengan triwulan ketiga yang masih di bawah 50 persen.

Berdasarkan rekapitulasi data triwulan ketiga tahun anggaran (TA) 2023 dari bidang akuntansi dan pelaporan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Trenggalek, capaian realisasi bedal masih 33,98 persen.

Secara umum, total anggaran APBD 2023 yang dikucurkan khusus untuk bedal daerah sebesar Rp 166,8 Miliar (M). Melalui capaian 33,98 persen, maka realisasi anggarannya sama dengan Rp 56,6 M.

"Realisasi belanja modal sampai dengan 30 september 2023, trwiulan 3, realisasinya masih 33,98 persen. Yaitu dari dari total pagu anggaran Rp 1,6 M, masih terealisasi Rp 56,6 M," kata Asmungi, Kabid Akuntansi dan Pelaporan Bakeuda kepada Jawa Pos Radar Trenggalek.

Asmungi merinci, capaian realisasi 33,98 persen dari bedal daerah itu meliputi, belanja modal tanah 0 persen; belanja modal gedung dan bangunan 38,34 persen; belanja modal jaringan dan irigasi 57,98 persen.

Kemudian, belanja aset tetap lainnya 3,82 persen; belanja modal aset lainnya masih 0 persen.

Dari data itu, capaian realisasi anggaran untuk bedal daerah kurang ideal. Harusnya sampai triwulan tiga 2023 sudah menyentuh 70 persen lebih.

"Seharusnya sampai dengan triwulan tiga per 30 september 2023 idealnya sudah di atas 75 persen. Ini agak mendingan di atas 50 persen (belanja modal jaringan dan irigasi, Red)," ungkapnya.

Namun, Asmungi rupanya tak begitu mengetahui detail kendala minimnya realisasi anggaran bedal daerah, sebab itu masuk ranah dari organsisasi perangkat daerah (opd) yang membidangi.

Dia menduga, minimnya realisasi anggaran itu lantaran banyak pekerjaan yang masih proses pelaksanaan.

"Atau tidak begitu, bagi pengelola keuangan (di opd yang membidangi, Red) masih mengajukan proses pencairan," ucapnya.

Kemudian ada kemungkinan lain, masih kata Asmungi, yakni adanya penambahan paket pekerjaan pada perubahan apbd (PAPBD) 2023.

"Kemudian faktor selanjutnya, karena banyak sekali terjadi penambahan pagu pada perubahan anggaran keuangan (PAK) ini, jadi sekalian menunggu pagu baru nanti akan diselesaikan setelah perubahan APBD ini," ucapnya.

Menanggapi capaian bedal tersebut, Asmungi mengimbau bagi seluruh opd agar segera menyelesaikan administrasi khususnya untuk prses pencairan anggaran.

"Kalau sewaktu-waktu memang kondisi di lapangan sudah memungkinkan proses pencairan, ya segera saja diajukan ke bakeuda," pungkasnya. (tra)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#asmungi #pupr #Bakeuda