TRENGGALEK- Hingga kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek belum memiliki jadwal pasti kapan melanjutkan penelitian temuan Situs Gondang, di Kecamatan Tugu.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih detail lanjutan penelitian tersebut. Disparbud Trenggalek bakal menggandeng ahli untuk melakukan riset dan identifikasi.
Di antaranya, digandeng Disparbud Trenggalek yakni, ahli dari Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Timur (Jatim) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Terkait kepastian kelanjutan penelitian masih menunggu jadwal resmi dari dua instalasi tersebut.
Kendati demikian, hampir dipastikan lanjutan penelitian akan dilakukan pada bulan depan (November, Red).
"Kesimpulan sementara hasil penelitian kemarin disampaikan bahwa peninggalan zaman Mataram Kuno, hanya saja tahun pembuatan belum diketahui karena belum ada prasasti tertulis. Mudah-mudahan dalam penelitian lanjutan akan ditemukan prasasti," ungkap Kepala Disparbud Trenggalek Sunyoto.
Dia melanjutkan, itu lantaran penelitian yang dilakukan sebelumnya memang belum selesai. Sebab, saat itu tim penelitian dari BPK Wilayah IX Jatim masih mencari denah candi.
Masih ada bagian dari candi yang belum dilakukan penggalian. "Semoga saja tahun ini bisa dibuka semua. Melihat keadaan situs seakan-akan seperti candi, harapan ke depan kami akan mempelajari bahwa itu bagian dari kompleks percandian, apakah candi induknya, apakah perwaranya," katanya.
Dari situ, disparbud berharap dengan penelitian lanjutan tersebut para ahli mampu menemukan kesimpulan soal candi induk atau perwara.
Karena, dari informasi setempat tak jauh dari lokasi ekskavasi dulu, ada penggalian batu bata besar oleh warga.
Dengan penelitian lanjutan tersebut, tim ahli cagar budaya bisa mengambil kesimpulan, apakah perlu dilakukan ekskavasi atau tidak.
Jika perlu dilakukan ekskavasi, nantinya proses penggalian akan segera dilakukan. "Status tanah milik masyarakat, barangkali memang betul itu adalah situs, kewajiban pemeliharaan, mengamankan, dan ada langkah lanjut merawat peninggalan sejarah di Gondang," jelasnya. (jaz/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah