Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Puluhan ASN Disdikpora Trenggalek Siap Sukseskan Program LPG Tepat Sasaran dengan Pakai LPG Non Subsidi

Henny Surya Akbar Purna Putra • Jumat, 17 November 2023 | 00:39 WIB
KOMPAK: Tim SPBU Pemkab Trenggalek dan puluhan ASN lingkup Disdikpora Trenggalek saling berkomitmen menyukseskan program LPG bersubsidi tepat sasaran melalui pemakaian LPG non bersubsidi.
KOMPAK: Tim SPBU Pemkab Trenggalek dan puluhan ASN lingkup Disdikpora Trenggalek saling berkomitmen menyukseskan program LPG bersubsidi tepat sasaran melalui pemakaian LPG non bersubsidi.

KOTA, Radar Trenggalek - Imbauan pemakaian Liquified Petroleum Gas (LPG) non subsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai digalakkan di lingkup Pemkab Trenggalek.

Pada tahap pertama, sudah ada 35 ASN yang sudah menukarkan gas LPG 3 kg (gas melon, Red) menjadi LPG non subsidi di SPBU Pemkab Trenggalek, yakni di Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek.

Namun sosialisasi terus dilaksanakan oleh SPBU Pemkab Trenggalek, seperti pada Kamis (16/11/2023) tim dari SPBU Pemkab Trenggalek menggelar sosialisasi penukaran LPG 5,5 kg (non subsidi, Red) dan LPG 12 kg di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Hasilnya, ASN yang tertarik menukar gas melon menjadi LPG non subsidi bertambah banyak.

Pemakaian LPG non subsidi ini menjadi seruan Gubernur Jatim yang kemudian direspons melalui surat Bupati Trenggalek tentang penyaluran LPG Tabung 3 kg kepada konsumen pengguna LPG tertentu.

Adapun dua poin dalam surat Bupati Trenggalek, yakni mendorong partisipasi seluruh ASN dan karyawan (BUMD, BUMN) untuk memakai tabung LPG selain 3 kg. Kedua, ASN dan karyawan (BUMD, BUMN) harus menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Menanggapi itu, Kepala SPBU 54.663.04 Pemda Trenggalek Kurnia Tri Baskoro Edi mengatakan, SPBU 54.663.04 merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Trenggalek yang dikelola oleh PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) mendapat instruksi langsung dari Pertamina untuk melayani penukaran LPG non subsidi.

Karenanya, mulai Oktober 2023 SPBU 54.663.04 dan outlet penunjukkan lainnya sudah bisa melayani penukaran tabung gas LPG non subsidi, ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

"Hari ini (kegiatan sosialisasi, Red) untuk menyukseskan program dari Pertamina, khususnya untuk gas yang non subsidi yang diperuntukkan oleh ASN," ungkapnya.

Lanjut Kepala SPBU Tri, penukaran LPG non subsidi untuk ASN dapat dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya, jika punya dua gas melon, maka cuma menambah Rp 75 ribu saja sudah memperoleh LPG bright Gas isi 5,5 kg.

Namun jika cuma punya satu gas melon, maka perlu menambah Rp 225 ribu untuk ditukar dengan LPG non subsidi isi 5,5 kg. Sedangkan bagi ASN yang tertarik memiliki LPG non subsidi isi 12 kg, setidaknya memerlukan dua gas melon ditambah Rp 250 ribu.

Syarat tersebut diperuntukkan bagi ASN yang memiliki tabung gas melon di rumah. Apabila tidak punya, para ASN bisa membeli tabung LPG ukuran 5,5 kg seharga Rp 328 ribu.

Namun jika lebih tertarik memakai tabung gas ukuran 12 kg, maka cukup menyiapkan Rp 555 ribu, sudah bisa dipakai untuk memasak.

Untuk isi ulangnya, tabung gas ukuran 5,5 kg non subsidi di outlet PT JET cuma Rp 100 ribu, sedangkan untuk ukuran tabung gas 12 kg, Rp 205 ribu.

Harga isi ulang tabung ini bisa naik terkhusus ketika pendistribusian tabung berada hingga di luar wilayah outlet penunjukkan.

Outlet penunjukkan selama ini masih tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Tugu, Karangan, Suruh, Bendungan, Trenggalek Kota, Gandusari, dan Watulimo.

Sehingga pendistribusian di luar wilayah, misal di Kecamatan Munjungan memiliki estimasi harga tertinggi, Rp 106 ribu untuk LPG 5,5 kg, dan 215 ribu untuk ukuran LPG 12 kg.

Kepala SPBU Tri mengatakan, program penukaran LPG non subsidi untuk ASN pada tahap pertama mencapai 1000 tabung, dan program ini akan terus berkesinambungan.

"Ini program bekelanjutan, mirip BBM non subsidi, dan itu nanti pendataan yang non subsidi sudah kita lakukan melalui NIP," ujarnya.

Sementara itu, program pemakaian gas non subsidi mendapat dukungan dari salah satu ASN di lingkup Disdikpora Trenggalek, Dewi Endahwati, wanita yang menjabat sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian.

Ia pun antusias dengan adanya program penukaran tabung LPG non subsidi dari PT JET maupun outlet penunjukkan lainnya.

Dengan begitu, ia bisa melaksanakan imbauan sesuai surat dari Bupati Trenggalek tentang menyukseskan program LPG bersubsidi tepat sasaran yang dikeluarkan sekitar Juli lalu.

"Sebenarnya itu sudah program yang bagus karena LPG 3 kg itu bukan hak kita, ada yang lebih membutuhkan. Saya pribadi nggak apa-apa menukarkan tabung gas melon menjadi tabung gas non subsidi 5,5 kg. Ya kita syukuri, karena kita sebagai ASN juga mendapat penghasilan tersendiri, Alhamdulillah, dan mungkin teman-teman yang lain juga seperti itu, mengingat subsidi yang ditanggung pemerintah per kg-nya tidak sedikit," ungkapnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#disdikpora trenggalek #PT JET Perseroda #lpg subsidi #lpg non subsidi