TRENGGALEK - Penelitian situs Gondang di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, mulai dilanjutkan pada Jumat (17/11/2023) pagi.
Tim peneliti dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur (Jatim) kembali melakukan ekskavasi (penggalian, Red) untuk menemukan bukti sejarah yang ada di lokasi tersebut.
Penelitian situs Gondang dari BPK XI Jatim bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek merupakan kali kedua. Pertama dilakukan pada bulan yang sama tahun lalu (2022).
Dalam tahap penelitian sendiri, seperti yang dilakukan sebelumnya, tim peneliti memberi tanda-tanda area tertentu di lokasi tersebut yang kemudian digali untuk menemukan benda yang diduga cagar budaya lainnya.
“Rencananya penelitian lanjutan ini akan kami lakukan selama enam hari,” ungkap Kabid Kebudayaan Disparbud Trenggalek Agus Prasmono.
Dia melanjutkan, sedangkan untuk tim peneliti sendiri selain ahli kepurbakalaan dari BPK XI wilayah Jatim, disparbud juga meminta bantuan masyarakat lokal.
Itu dilakukan untuk mempermudah para ahli membuka tanah yang ada di lokasi tersebut. Mengingat besar kemungkinan masih ada benda cagar budaya lainnya yang terpendam.
“Jadi kami bersama-sama melakukan lanjutan penelitian ini, dan ditargetkan semua potensi cagar budaya yang ada bisa di bongkar,” katanya.
Dari situ diharapkan tim peneliti bisa menemukan prasasti, atau batu angka tahun yang menerangkan kapan candi tersebut dibuat.
Selain itu, penggalian di lokasi juga dilakukan untuk mengetahui apakah struktur batu bata yang besar kemungkinan candi tersebut merupakan candi utama atau perwara.
Jika bangunan tersebut merupakan candi utama, bisa dilakukan penelitian kembali dimana letak candi perwara dan sebaliknya.
Itu dilakukan sebab dari penemuan arca sebelumnya, ada satu jenis arca, mahakala yang ditemukan dua, padahal biasanya setiap candi selalu ada satu arca tersebut.
Sehingga dengan lanjutan penelitian tersebut, disparbud optimis benda peninggalan sejarah lainnya yang masih terpendam bisa ditemukan.
Karena pada penelitian pertama sudah ada benda cagar budaya lainnya yang ditemukan seperti relief, panel, serta sejumlah arca. Semua benda tersebut saat ini disimpan di kantor disparbud.
“Jadi kapan candi ini dibuat kami belum bisa menjelaskan, tapi untuk dugaan sementara ada dugaan benda yang ditemukan adalah peninggalan era Mataram kuno terlihat dari bentuk struktur batu bata untuk pembuatan candi yang identic dengan era Mpu Sindok,” jelas Agus. (jaz)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra