TRENGGALEK – Baru-baru ini Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melakukan penelitian untuk kedua kalinya terhadap situs Gondang, di Desa Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jumat (17/11/2023) pagi.
Pada penelitian kedua, tim BPK XI Jatim dan Disparbud Trenggalek akan meminta bantuan masyarkat lokal untuk melakukan ekskavasi (penggalian) untuk memudahkan para ahli menemukan benda cagar budaya yang diduga masih terpendam di situs Gondang tersebut.
“Jadi kami bersama-sama melakukan lanjutan penelitian ini, dan ditargetkan semua potensi cagar budaya yang ada bisa di bongkar,” ungkap Kabid Kebudayaan Disparbud Trenggalek Agus Prasmono.
Baca Juga: Dispendukcapil Trenggalek Masih Miliki PR Terkait Pemilu 2024, 9 Ribu ABG Menunggu Hak Pilih
Sementara upaya penelitian dan ekskavasi oleh tim akan dilakukan selama enam hari ke depan.
Dalam teknisnya, tim peneliti memberi tanda-tanda area tertentu di lokasi situs Gondang, kemudian digali untuk menemukan benda yang diduga cagar budaya lainnya.
Tim berharap bisa menemukan prasasti menemukan prasasti atau batu yang berisi tahun tentang tahun yang menjelaskan tentang kapan candi itu dibuat.
Selain bukti tahun, ekskavasi situs Gondang juga bertujuan untuk mengetahui struktur batu bata dari candi itu merupakan candi utama atau perwara.
Jika bangunan memang candi utama, bisa dilakukan penelitian lebih lanjut, tentang dimana letak candi perwara atau sebaliknya.
Dan berdasarkan penemuan arca sebelumnya, biasanya setiap candi selalu ada satu arca.
Dengan penelitian lanjutan, disparbud menyakini masih ada benda peninggalan bersejarah yang masih terpendam.
Pasalnya, penelitian pertama sudah ada benda cagar budaya lainnya yang ditemukan seperti relief, panel, serta sejumlah arca. Semua benda tersebut saat ini disimpan di kantor disparbud.
“Jadi kapan candi ini dibuat kami belum bisa menjelaskan, tapi untuk dugaan sementara ada dugaan benda yang ditemukan adalah peninggalan era Mataram kuno terlihat dari bentuk struktur batu bata untuk pembuatan candi yang identik dengan era Mpu Sindok,” jelas Agus. ***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra