TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek perlahan semakin terbebas dari limbah kayu, karena ada mesin yang berhasil mendaur ulang limbah kayu menjadi biomassa.
Biomassa ini punya manfaat, salah satunya bisa digunakan untuk bahan bakar.
"Fasilitas ini dibangun untuk memproduksi biomassa yang akan digunakan untuk pengganti bahan bakar batu bara di PLTU Pacitan," ungkap Direktur PT Bakti Energi Sejahtera (BES) Lutfi Nazi.
Baca Juga: Kisah Era Kerajaan Mataram Kuno Terpendam di Situs Gondang Tugu Kabupaten Trenggalek
Lutfi mengaku, mesin pendaur ulang limbah kayu menjadi biomassa ini masih tahap awal, yakni memiliki kapasitas 100-150 ton per hari.
Sedangkan rencana ke depan meskin pendaur ulang limbah menjadi biomassa tersebut akan ditingkatkan.
"Ke depan akan kita tingkatkan dua kali hingga 300 ton per hari. Cita-citanya nanti sampai 450 ton per hari," ungkapnya.
Disinggung tentang bahan baku, Lutfi mengatakan, Kabupaten Trenggalek memiliki potensi limbah kayu yang belum teroptimalkan.
Artinya, masih banyak limbah yang seharusnya bisa dipakai bahan baku.
Namun, dalam memenuhi kebutuhan bahan baku limbah kayu itu memerlukan pendekatan kepada seluruh stakeholder.
"Ya memang tidak semudah itu, tentu akan ada sosialisasi akan kami tata. Sehingga lingkungan, mulai hulu sampai hilir bisa terlaksana dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Integrasi PLTO dan SDC SETI Ramah Lingkungan
Ia pun memerlukan waktu, proses, untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah kayu untuk biomassa ini.
"Kami tidak menyentuh ke hutan, kami hanya memanfaatkan limbah gergaji, jadi limbah gergaji yang selama ini banyak ditumpuk untuk kayu bakar, kami kelola dengan baik, sehingga memiliki nilai ekonomi dan daya guna kepada pengembangan pekerjaan baru di lingkungan masyarakat," jelasnya.
Di sisi lain, Senior Manager PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Pacitan Dwi Juli Harsono mengungkap, pemerintah menargetkan pada 2060 mendatang tercipta kawasan zero emisi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah produksi biomassa sebagai campuran batu bara.
"Kami sudah menggunakan biomassa sejak 2020. Dimana tiap hari serapan biomassa masing mencapai 2 persen atau 160 Ton per hari," ungkapnya.
Tujuan mencampurkan biomassa dengan batu bara adalah mengurangi tingkat emisi. Sehingga dapat menjaga kesehatan lingkungan.
Kebutuhan biomassa cukup besar. Disisi lain, biomassa dapat menurunkan tingkat emisi dari batu bara," ungkapnya. (tra)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra