Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dari Rider Road Race hingga Trail, Rizal Arifianto Kini Berlabuh ke MTB, Begini Kisah Pecinta Olahraga Ekstrem Asal Trenggalek

Zaki Jazai • Minggu, 19 November 2023 | 20:05 WIB
MASIH AKTIF: Rizal Arifianto masih aktif mengikuti kejuaraan sepeda downhill di berbagai daerah, kendati usianya sudah tidak lagi muda.
MASIH AKTIF: Rizal Arifianto masih aktif mengikuti kejuaraan sepeda downhill di berbagai daerah, kendati usianya sudah tidak lagi muda.

TRENGGALEK - Setiap olahraga itu ada masanya dan tidak mungkin bakal aktif untuk melakukannya.

Ya, mungkin itulah yang ada dalam benak Rizal Arifianto. Pria 46 tahun yang menyukai sesuatu yang berbau adrenalin itu sempat menekuni beberapa jenis olahraga ekstrem.

Itu terlihat ketika dirinya masih muda dan gemar sekali berpartisipasi dalam ajang road race. Berbagai kegiatan pun telah diikutinya, mulai ajang kejuaraan resmi dan tidak resmi.

Namun, seiring bertambahnya usia, perlahan dirinya mulai mulai beralih ke olahraga sepeda motor lainnya, yaitu trail.

Lagi-lagi, faktor usia membuatnya meninggalkan olahraga tersebut, kini ia berlabuh ke mountain bike (MTB) alias sepeda gunung.

“Mungkin karena faktor usia yang membuat stamina tidak seperti dulu lagi, hingga risiko yang nantinya dihadapi karena sudah berkeluarga,"

"Makanya, saya memilih mengalihkan fokus olahraga ke sepeda. Namun untuk olahraga sepeda motor itu saya tidak melepaskan begitu saja, sebab masih suka. Tapi saat ini lebih ke penikmat saja, bukan pelaku,” jelas Rizal Arifianto kepada koran ini.

Kemudian untuk alasan mengapa lebih memilih sepeda khususnya MTB, dia menjelaskan, itu lantaran bersepeda merupakan olahraga yang ringan.

Selain itu, bisa digunakan untuk berolahraga sekaligus terapi berbagai penyakit tertentu. Dengan begitu, saat ini dirinya merasa lebih sehat.

“Dengan bersepeda, yang semula sering gringgingen, sekarang tidak lagi. Juga gejala lainnya,” katanya.

Di samping itu, MTB hampir memiliki kesamaan dengan olahraga yang ditekuni sebelumnya, yaitu road race dan trail.

Sebab, olahraga tersebut memiliki seni sendiri yaitu dengan melewati rintangan, tikungan, tanjakan, dan turunan. Karena itu, dibutuhkan kelincahan guna melalui rintangan tersebut dengan kecepatan yang stabil.

Dengan kondisi tersebut, tidak semua orang bisa untuk melakukannya. Butuh orang dengan mental yang kuat dan butuh proses untuk bisa melakukannya.

Jadi, ada orang mau ikut lomba dan mau datang ke lokasi itu sudah menjadi poin tersendiri.

“Di usia segini (46 tahun, Red), saya masih aktif ikut perlombaan berbagai kejuaraan. Mungkin itu hal yang tidak bisa dilakukan pada olahraga sebelumnya.

Selain itu, olahraga ini mengharuskan pelakunya untuk pecicilan, dan itu seninya,” jelas warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek ini. (*/c1/jaz)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#biker #motor trail #trenggalek #rizal arifianto #road race