Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

SDM PKH di Kabupaten Trenggalek Minim untuk Dampingi 34.620 Keluarga, Korkab PKH Punya Cara Jitu Agar Lebih Efektif

Henny Surya Akbar Purna Putra • Senin, 20 November 2023 | 15:05 WIB
Ilustrasi BLT.
Ilustrasi BLT.

TRENGGALEK - Sumber daya manusia (SDM) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Trenggalek minim.

Indikasinya, jumlah pendampingan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) mencapai 34.620 keluarga. Namun jumlah pendampingan itu tak sebanding dengan SDM PKH yang sebatas 103 orang. 

Tak ayal, para pendamping PKH pun harus bekerja dobel, mendampingi lebih banyak KPM dari yang seharusnya.

“Memang masih kurang, apalagi dari 103 SDM PKH itu di antaranya dua sebagai koordinator kabupaten (korkab),” ungkap Korkab PKH Trenggalek, Agustinus Muji Hermawanto.

Dia melanjutkan, jumlah ideal untuk satu orang pendamping PKH yaitu mendampingi 300 KPM. Itu dengan catatan berada di daerah dataran seperti wilayah Kecamatan Trenggalek, Pogalan, Durenan, dan sebagainya.

Kemudian untuk wilayah pegunungan, sejatinya satu orang pendamping maksimal mendampingi 250 KPM. Dengan begitu, setidaknya di Trenggalek butuh 14 pendamping tambahan.

“Untuk jumlah pendamping tambahan, kami telah mengajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos). Dan syukurlah, kendati masih kurang tahun ini (2023, Red), ada tambahan 15 pendamping,” katanya.

Untuk itu, pria yang akrab disapa Anto tersebut berharap agar Kemensos mengabulkan permohonan penambahan pendamping.

Mengingat, SDM PKH menjadi pilar sosial yang  berperan penting dalam menyongsong keberhasilan pembangunan kesejahteraan sosial. Salah satu peran pentingnya adalah mendampingi program bantuan sosial (bansos) PKH dari pemerintah pusat.

Dengan keterbatasan SDM tersebut, para pendamping PKH berupaya menjaga konsistensi dalam menjalankan program-programnya.

Seperti saat ini, fokusnya adalah penyampaian materi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di wilayah kerjanya sebagai penanganan stunting dan penamaan mindset terhadap masyarakat agar tidak bergantung pada bansos.

Penerapan program tersebut dimaksudkan supaya KPM dapat beralih status menjadi keluarga yang lebih sejahtera.

“Jadi, SDM yang ada akan kami maksimalkan. Sedangkan jumlah itu tersebar di 14 kecamatan, dan yang terbanyak di wilayah Kecamatan Panggul, Dongko, dan Pule, karena jumlah dampingannya banyak,” jelas Antok. (c2/c1/jaz)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sdm #PKH #trenggalek #agustinus muji hermawanto #Korkab