Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kekeringan di Kabupaten Trenggalek: 17.630 Jiwa Alami Krisis Air, Cuma Satu Kecamatan Ini Saja yang Belum Merasakan

Zaki Jazai • Rabu, 22 November 2023 | 01:00 WIB
TERUS KIRIM: Petugas BPBD Trenggalek melaksanakan pendistribusian air bersih di salah satu desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Trenggalek.
TERUS KIRIM: Petugas BPBD Trenggalek melaksanakan pendistribusian air bersih di salah satu desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK - Dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, sebagian besar kecamatan telah mengalami krisis air, dan menyisakan satu kecamatan saja yang belum dilanda krisis air.

Hujan yang terjadi satu pekan terakhir ini tampaknya belum begitu berarti bagi masyarakat Bumi Menak Sopal.

Sebab sampai Selasa (21/11/2023), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek masih mengirimkan bantuan air bersih.

Sejauh ini jumlah desa yang terdampak kekeringan tersebut semakin bertambah. Terlihat dari 14 kecamatan ada desa di 13 kecamatan yang terus meminta bantuan air bersih.

"Memang saat ini telah turun hujan, namun intensitasnya masih minim, sehingga belum cukup berdampak signifikan bagi warga yang kekurangan air, “ungkap Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St. Triadi Atmono.

Dia melanjutkan, berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Trenggalek, sementara ini, jumlah desa yang mengalami krisis air sebanyak 40 desa.

Desa-desa tersebut tersebar di 13 kecamatan di Trenggalek. Sehingga saat ini hanya satu kecamatan yang tidak terdampak krisis air atau belum mengajukan permohonan bantuan air bersih.

“Hanya desa di Kecamatan Kampak yang belum terjadi kekeringan, sedangkan untuk Kecamatan Gandusari biasanya terbebas dari kekeringan ada satu desa, “ katanya.

Sedangkan daerah paling parah terdampak krisis air adalah Kecamatan Panggul dengan jumlah mencapai sembilan desa.

Desa tersebut meliputi Desa Ngrencak, Banjar, Besuki, Depok, Karangtengah, Kertosono, Nglebeng, Ngrambingan dan Desa Panggul itu sendiri.

Jumlah tersebut disusul Kecamatan Tugu dengan lima desa meliputi Desa Prambon, Ngepeh, Dermosari, Duren dan Gading.

Sedangkan untuk jumlah desa di Kecamatan lain jumlahnya variatif mulai dua, tiga dan empat.

Sementara jumlah warga yang terdampak krisis air mencapai 6.417 kepala keluarga (KK) atau 17.630 jiwa.

Untuk itu saat ini BPBD terus menggelontorkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak tersebut yang membutuhkan.

Buktinya hingga saat ini total ada 1.757 tangki air bersih yang telah didistribusikan ke Masyarakat yang membutuhkan.

Bukan hanya itu, dalam menanggulangi bencana kekeringan ini, BPBD sedikitnya juga memberikan bantuan 41 plastik terpal, 55 tandon air dan 367 jeriken.

Bahkan dalam upaya mengatasi kekeringan ini ada beberapa instansi swasta juga ikut membantu para korban kekeringan.

“Dengan kondisi itu kami berharap sini (Trenggalek-Red) bisa turun hujan secara rutin sehingga kondisi krisis air segera berakhir,"

"Semoga datang hujan yang turun nanti membawa berkah bagi semuanya, bukan musibah,” jelas pria yang juga sebagai Plt Kepala Satpol PPK Trenggalek ini. (jaz/tra)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#trenggalek #BPBD Trenggalek #krisis air #stevanus triadi atmono #kekeringan