TRENGGALEK - Para pengguna jalan yang melintas jalur alternatif menuju kota Trenggalek via jembatan Plengkung masuk Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan, Kabupaten Tulungagung harus tetap waspada.
Kendati pada Senin (27/11/2023) jembatan Plengkung selesai diperbaiki dan kembali dibuka bagi pengguna jalan, tidak menutup kemungkinan salah satu jembatan peninggalan Belanda tersebut rusak kembali.
Apalagi, penutupan jembatan plengkung tersebut sendiri dilakukan sebagai respon cepat atas berbagai keluhan masyarakat akibat kerusakan dan lubang yang cukup lebar di tengah jembatan.
Sehingga kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan bagi para pengendara yang kebetulan melintas. Sehingga kewaspadaan perlu tetap dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kerusakan lagi, mengingat usia jembatan sudah tua.
“Memang mulai siang ini (kemarin sekitar 10.30,Red) jembatan plengkung telah kami buka, tapi disampaikan kepada pengguna jalan tetap waspada ketika melintas, “ungkap Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Mulyani.
Dia melanjut, sehingga jika terjadi kerusakan kembali tidak menutup kemungkinan jembatan akan ditutup.
Sebab ketika terjadi kerusakan pemerintah kabupaten (pemkab) harus melakukan perbaikan sementara sehingga diperlukan waktu cukup panjang dengan memberlakukan penutupan total bagi kendaraan roda empat.
Sedangkan kendaraan roda dua masih diperkenankan melintas pada jalur yang berada di sisi kanan dan kiri jembatan.
“Untuk kali ini syukur alhamdulillah, proses perbaikan bisa lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Jika dihitung sejak penutupan awal tanggal 15 November 2023 yang lalu hingga saat ini kurang lebih memakan waktu 13 hari. Tadi juga sudah kami cek untuk perbaikannya dan layak dilalui, “katanya.
Meski demikian, lanjut AKP Mulyani, pihaknya meminta kepada semua pengendara yang melintas tetap berhati-hati dan waspada serta senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Apalagi kondisi lebar jembatan yang minim sehingga tidak bisa digunakan untuk kendaraan roda dua pas-pasan. Disisi lain, ada jalan aga menikung, sehingga dikhawatirkan bisa terjadi tabrakan jika pengendara tidak waspada.
“Kami imbau tetap berhati-hati, utamakan keselamatan. Semoga apa yang kita lakukan ini membawa berkah untuk kita semua.” Pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra