Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

M Taufan Bagus Lazuardi, Pesepeda yang Mampu Taklukkan Rute Trenggalek-Lombok, Jarak Tempuh Ratusan Kilometer Itu Butuh 10 Hari Lamanya

Zaki Jazai • Sabtu, 2 Desember 2023 | 22:00 WIB
LEBIH ASYIK SENDIRI : M. Taufan Bagus Lazuardi saat beristirahat di area Sirkuit Mandalika setelah mengelilingi pulau Lombok dengan RB miliknya.
LEBIH ASYIK SENDIRI : M. Taufan Bagus Lazuardi saat beristirahat di area Sirkuit Mandalika setelah mengelilingi pulau Lombok dengan RB miliknya.

TRENGGALEK - Bersepeda merupakan hal yang asyik dan menyenangkan bagi M. Taufan Bagus Lazuardi, pria asal Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek tersebut kerap tour antar kota antar pulau dengan road bike (RB).

Terbaru dirinya baru saja melaksanakan perjalanan dari Trenggalek ke Lombok dengan RB.

Lebih menenangkan lagi kegiatan tersebut dilakukan seorang diri. Alasannya, jika beramai-ramai pastinya keinginannya untuk bersepeda menuju pulau Lombok tersebut tidak tercapai, karena pastinya rekannya memiliki rencana yang berbeda.

"Karena itu saya memilih sendiri agar bisa melakukan perjalanan sesuka hati, kapan harus berhenti untuk beristirahat juga kapan harus berangkat lagi, “ungkap M. Taufan Bagus Lazuardi kepada koran ini.

Itu terjadi ketika dirinya mulai bersepeda dengan jarak tempuh 270 kilometer tersebut sekitar september lalu. Kegiatan tersebut dimulai dengan dirinya menggambar rute perjalanan yang nantinya dilewati melalui aplikasi.

Dari situ, pria yang akrab disapa Taufan tersebut memiliki gambaran perkiraan sampai di tiap titik lokasi kapan. Hal tersebut dilakukan untuk proses pengiriman logistik keperluan perjalanan.

“Ketika bersepeda saya hanya membawa daypack, sama tas yang berisi kaos empat , padding satu sama sarung. Jadi untuk kebutuhan yang lain saya kirim,” katanya.

Selain itu, dengan menggambar peta Taufan jadi tahu kapan harus memesan tiket kapal ferry untuk menyeberangi selat bali.

Disisi lain juga untuk menghindari melintasi wilayah yang dianggap rawan pada malam hari. Kendati jalur di sepanjang wilayah Jawa Timur (Jatim) masih tergolong aman untuk tindakan kejahatan.

Karena itu, Taufan baru waspada jalur rawan ketika sampai di Lombok. Saat itu ketika beristirahat di suatu tempat, dirinya selalu bertanya kepada penduduk lokal mengenai daerah yang rawan.

Selain itu tidak ketinggalan dalam setiap kali perjalanan, dirinya selalu berkoordinasi dengan kerabat atau kenalannya di daerah tertentu. Apalagi ketika masih di Pondok Pesantren (Ponpes) dirinya ikut Komunitas sepedah KBT (Kedunglo Biking Team).

Namun terpenting dalam setiap perjalanannya adalah wajib memiliki saku, setidaknya Rp 1 ribu untuk jarak tempuh 1 kilometer (km).

“Dengan kondisi itu waktu perjalanan saya dari rumah ke Lombok dan kembali ke rumah lagi sekitar 10 hari, itu termasuk dolannya (bersenang-senang - red). Dan rencananya saya akan melanjutkan kegiatan bersepeda ini untuk mengelilingi Jawa Tengah, “jelas Taufan.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pesepeda #M Taufan Bagus Lazuardi