TRENGGALEK - Status sebagai tuan rumah pada Grup D Liga 3 zona Jawa Timur (Jatim) benar-benar tidak disia-siakan oleh Persiga Trenggalek.
Buktinya, ketika bermain di Stadion Menak Sopal pada pembuka grup D Rabu (5/12/2023), tim asuhan Mursyid Effendi tersebut berhasil melumat lawannya Persekama Kabupaten Madiun dengan skor telak 5-2.
Pertandingan yang berat sebelah telah terlihat sejak peluit babak pertama dibunyikan. Saat itu Persiga langsung mengurung pertahanan Persekama.
Hal tersebut membuat Persekama hanya mengandalkan perangkap offside untuk mencegah gawangnya dari kebobolan dan sesekali melakukan serangan balik.
Tak ayal, dengan beberapa kali lolos dari jebakan offside membuat Persiga mampu menjebol gawang Persekama di awal babak pertama.
Namun sayang, karena lengah tim lawan sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tetapi kesalahan tersebut berhasil dibayar lunas oleh Persiga.
Dengan mengandalkan permainan dari kaki ke kaki hingga mampu menambah dua gol dan menyudahi babak pertama dengan skor 3-1.
Di babak kedua, Persiga tidak juga mengendorkan permainan. Ini terlihat para pemain terus melancarkan serangan hingga beberapa peluang emas tercipta. Tak ayal marema lemahnya penyelesaian akhir Persiga hanya mampu menambah dua gol lagi.
Terlalu asyik menyerang membuat skuad Laskar Gajah Putih kecolongan satu gol di meneit akhir dan pertandingan berkesudahan dengan skor 5-2 untuk Persiga.
“Ini merupakan permasalahan mental (kebobolan dua gol, Red), pastinya kami akan perbaiki untuk pertandingan selanjutnya, “ungkap Pelatih Kepala Persiga Trenggalek Mursyid Effendi.
Hal tersebut terjadi lantaran beberapa pemain merupakan pemain debutan. Sehingga belum memiliki pengalaman untuk bermain di kompetisi Liga 3.
Selain itu pada menit-menit awal babak pertama setelah unggul satu gol, tim memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih. Dari situ sedikit meremehkan lawan hingga berbuah gol penyama kedudukan.
“Mungkin karena anak-anak merasa landingnya sudah bagus, sedikit meremehkan lawan hingga kecolongan gol. Dan, inilah yang akan kami efaluasi, “katanya.
Dari situ untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Naga Mas Asli, Tulungagung tim pelatih akan fokus pembenahan mental pemain.
Hal tersebut dilakukan karena dalam kompetisi Liga 3 ini, hanya ada satu pemain dari luar Trenggalek, sehingga mayoritas pemain lokal Trenggalek. Selain itu tim pelatih mengorbitkan beberapa pemain junior untuk masuk ke tim utama.
“Karena nervous tadi para pemain kerap kehilangan peluang yang seharusnya menjadi gol. Pastinya hal ini akan kami perbaiki agar tidak terjadi pada pertandingan selanjutnya, “jelas Mursyid.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra