TRENGGALEK - Pengelola wahana wisata di Kabupaten Trenggalek harus tetap konsisten melakukan inovasi jika ingin wisata yang dikelola tetap ramai.
Pasalnya, dimungkinkan tanpa inovasi yang memadai saat ini kondisi tempat wisata belik waru terbilang sepi.
Sejatinya tempat wisata alam dengan ketinggian sekitar 795 Meter di atas Permukaan Laut (MDPL) masuk wilayah Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, terbilang bagus karena menyajikan keindahan pemandangan matahari terbit sebagai primadonanya.
Meskipun demikian, wisata yang mulai dirintis sejak Juli 2020 tersebut hingga kini masih belum ramai didatangi pengunjung.
Kondisi tersebut dimungkinkan karena akses menuju Belik Waru yang cukup sulit. Untuk menuju lokasi wisata tersebut harus melewati jalan cor lebar kurang lebih 1 meter.
"Jalannya susah, mungkin pengunjung jadi enggan untuk datang," jelas warga sekitar Belik Waru, Leni Laili.
Pada masa awal buka sebenarnya Belik Waru sempat ramai didatangi oleh para pemuda, namun lambat laun peminatnya mulai menurun.
"Dahulu sempet ada karcis masuk. Tapi karena sudah sepi saya jadi tidak pernah jaga lagi," jelas pemudi yang akrab dipanggil Leni tersebut.
Hal tersebut diakui oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wonoanti, Busyairi Mukhlis.
Dia menambahkan, saat ini jalan menuju Belik Waru sedang dalam proses pembangunan demi memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke lokasi tersebut.
Jalan yang rencananya disediakan bagi wisatawan tersebut baru terealisasi November kemarin. Sedangkan untuk proses pembangunan telah selesai dan saat ini hanya tinggal prosesnya pengerasan.
“Harapan kami nanti kedepannya dapat menjadi salah satu jalan yang bisa dilalui roda empat (mobil, red)," imbuhnya.
Untuk itu kedepan pokdarwis akan tetap berfokus untuk melengkapi sarana prasarana (sarpras) di Belik Waru kedepan. Sarpras yang dimaksud terutama tempat ibadah, selain itu juga ada taman dan mainan anak serta berapa titik di atas untuk gazebo.
Hal tersebut akan terus dilakukan pengelola kendati wisata yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tersebut masih menemui berbagai kendala.
"Adakalanya naik turunnya semangat itu hal yang wajar. Sampai saat ini juga masih begini-begini saja belum ada pengembangan, masih nunggu dana," paparnya.
Dia berharap bahwa kedepannya Belik Waru dapat memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat sekitar. Sehingga kedepan kehidupan masyarakat setempat bisa meningkatkan.
"Mudah-mudahan dengan adanya wisata ini ekonomi masyarakat di Dusun Kedekan nanti bisa berkembang, khususnya di sektor UMKM," tutup Mukhlis.
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra