TRENGGALEK - Sosialisasi pencegahan terjadinya kebakaran yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek ternyata belum tepat sasaran.
Indikasinya, pada 2023 ini laporan kebakaran di wilayah Bumi Menak Sopal, meningkat drastis daripada tahun sebelumnya (2022).
Itu terlihat berdasarkan data yang ada hingga akhir bulan kemarin laporan kebakaran mencapai 73 kasus.
Hal tersebut hampir dua kali lipat jika dibandingkan dari tahun 2022 yang hanya ada laporan 38 kasus. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 35 laporan.
"Jumlah tersebut (73 laporan, red) sudah termasuk laporan kebakaran hutan yang masuk ke kami," laporan," ungkap Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PPK Trenggalek, Burhannudin.
Tercatat Kecamatan Trenggalek menjadi kecamatan dengan laporan kebakaran paling tinggi yakni, 19 laporan. Kemudian disusul oleh Kecamatan Karangan dan Pogalan dengan jumlah 9 laporan.
"Alhamdulillah, dari banyaknya laporan yang kami terima sejauh ini tidak ada korban jiwa," katanya.
Adapun penyebab kebakaran, khusus di wilayah hutan disebabkan oleh cuaca panas terik yang ada saat ini. Sedangkan di wilayah pemukiman disebabkan oleh kelalaian dalam menggunakan peralatan rumah.
Mayoritas disebabkan oleh kompor di dapur yang menyala dan lupa dimatikan ketika pemilik rumah pergi. Sebab berdasarkan hasil penyelidikan, jarang sekali kebakaran terjadi karena korsleting listrik.
Untuk mengatasi masalah kebakaran, Damkar memiliki program sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Program tersebut ditujukan supaya anak-anak mulai tingkat pendidikan anak usia dini (paud) hingga sekolah menengah atas (SMA) mendapatkan edukasi yang cukup dalam mencegah kebakaran.
Program tersebut dimaksudkan supaya mereka memiliki pengetahuan tentang penanganan kebakaran sedari dini.
"Kami juga terkadang mengundang wali murid, karena kalau di rumah mereka yang seharusnya lebih tahu tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah kebakaran," papar pria yang akrab disapa Burhan tersebut.
Disisi lain Kabid Pemadam Kebakaran, Satpol PPK Trenggalek, Wasis Widodo menambahkan bahwa seharusnya masyarakat lebih hati-hati dan waspada, karena kebakaran tidaklah mengenal musim.
Itu dikhususkan bagi masyarakat yang bekerja di dapur agar lebih hati-hati lagi, dan jangan membakar sampah sembarang. Selain itu diharapkan masyarakat tidak ragu untuk menghubungi pihak damkar ketika terjadi kebakaran.
"Masyarakat biasanya takut panggil kami, karena takut kalau disuruh bayar. Padahal jasa kami gratis, jadi jangan ragu," jelasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra