TRENGGALEK - Harga sembako yang melejit menjadi permasalahan utama masyarakat tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek.
Untuk itu dalam hal ini pemerintah wajib hadir dalam menstabilkan harga kebutuhan utama masyarakat setiap hari tersebut.
Hal ini terjadi lantaran tidak semua masyarakat memiliki daya beli untuk menjangkau harga sembako tersebut.
Sehingga hal tersebut pastinya akan membebani masyarakat kalangan menengah ke bawah.
“Karena itu dalam setiap pertemuan kami selalu teriak agar pemerintah hadir guna menstabilkan harga sembako itu, “ungkap Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono.
Dia melanjutkan, salah satu upaya yang tepat untuk menstabilkan harga sembako adalah pemerintah terus melakukan operasi pasar (OP). Sehingga dengan kegiatan tersebut pastinya harga di pasar tidak akan terlalu tinggi.
Lantaran permintaan masyarakat akan sembako sedikit berkurang lantaran adanya OP tersebut.
“Dari situ harga sembako di pasar bisa tepat, pas dan tidak terlalu tinggi, “katanya.
Selain itu langkah yang tepat adalah menggenjot atau meningkatkan produksi. Itu seperti jika harga beras naik, maka produksi gabah yang harus ditingkatkan.
Untuk itu, pemerintah wajib memiliki program yang tepat guna melakukan hal tersebut. Itu seperti pengadaan pupuk bagi petani yang tepat dan melimpah, serta pembangunan irigasi sawah.
Dari situ ketika musim kemarau petani tetap bisa menanam padi.
Hal tersebut juga perlu didukung dengan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Dari situ waktu untuk menanam bisa dipersingkat, dan hasilnya lebih meningkat. Dalam hal ini juga perlu dilakukan pada tempat penggilingan padi, agar gabah yang digiling menjadi beras tetap berkualitas.
“Kami ingin petani, dan pedagang untung juga pembeli tidak rugi, makanya selalu menyuarakan agar pemerintah hadir dalam hal ini, “jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra